Warga Muslim pun Turut Merawat Candi-Candi

PONIJO, 54, menghela napas. Ia tengah melepas lelah di bawah rerimbunan pohon sambil memandangi tumpukan rumput yang baru saja dikumpulkan di dekat situs Candi Nawangsari di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. “Untuk makanan lembu, rumputnya,” kata dia ramah, kemarin.

Di sekitar Desa Sambirejo memang banyak situs candi. Sebagian masih berserakan, seperti Candi Nawangsari. Namun, ada pula yang sudah disusun kembali hingga berbentuk candi, seperti Candi Barong dan Candi Banyunibo.

Menurut Ponijo, candi-candi tersebut tidak hanya dikunjungi wisatawan, tetapi juga digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu. Di Candi Barong, misalnya, umat Hindu dari berbagai daerah bersembahyang pada hari-hari tertentu.

Menurut Ponijo, yang bersembahyang di candi-candi di sekitar desanya memang warga dari luar daerah. Di desanya hampir semua penduduk memeluk agama Islam.

Yang menarik, meski itu tempat ibadah umat Hindu, semua warga Desa Sambirejo merasa turut memilikinya karena bangunan bersejarah tersebut merupakan bagian dari peninggalan nenek moyang.

“Kami menghormati, ikut menjaga dan membantu bila dibutuhkan, misalnya menyediakan tikar,” papar Ponijo.
Suparno, petugas keamanan candi, membenarkan aktivitas keagamaan yang sering dilakukan di candi tersebut. “Tidak pernah ada konflik dengan warga di sini, malah saling membantu,” kata pria kelahiran 1960 yang telah menjadi petugas keamanan sejak 1979 itu.

Candi Barong, dikutip dari papan informasi di kawasan tersebut, merupakan situs Hindu yang berada di atas Bukit Batur Agung. Candi itu sudah ada dalam catatan Belanda pada 1915 dengan nama Candi Sari Sorogedug. Warga setempat menyebutnya dengan nama Candi Barong karena ornamen barong yang terdapat di candi.

Candi Barong sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu (dewa pemelihara) dan Dewi Sri (dewi padi). Warga zaman dulu membangun Candi Barong dengan maksud mendatangkan berkah kesuburan sehingga dapat memberikan kesejahteraan.

Camat Prambanan, Eko Suhargono, 55, menjelaskan di wilayahnya terdapat banyak candi. Ada enam candi yang tergolong besar, yaitu Candi Prambanan Roro Jonggrang, Ratu Boko, Ijo, Barong, Banyunibo, dan Candi Gupolo.

Walau berada di lingkungan masyarakat yang mayoritas muslim, candi-candi tersebut terpelihara dengan baik. “Negara ini dibangun dari banyak suku bangsa, kepercayaan, dan tumbuh dari berbagai agama,” jelas Eko. (Ardi Teristi Hardi/X-5)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...