Warga Berpendidikan Sekitar Pabrik Meningkat 200 Persen

SUARA riuh terdengar dari satu unit bangunan sederhana, puluhan sepeda motor terlihat diparkir rapi di halaman yang tidak terlalu luas di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Masuk lebih ke dalam di ruangan bangunan batako tanpa plester puluhan orang terlhat tekun mendengarkan guru yang sedang mengajar.

Sesekali terdengar riuh karena ada ungkapan lucu dalam sebuah pembahasan pelajaran. Itu karena rata-rata warga yang ikut sekolah berusia yang tidak lagi muda. Namun semangat belajar mereka di sekolah Kejar Paket C di desa tersebut cukup luar biasa yang terlihat dari ketekunan mengikuti setiap pelajaran yang diberikan oleh guru.

Ini ternyata juga terlihat di kelas lain Kejar Paket A dan B. Remaja putus sekolah yang sebelumnya tidak berharap banyak dengan sekolah, kembali bergairah.

Setelah pintu kesempatan terbuka lebar dan berbekal pendidikan yang cukup mereka berharap dapat dipekerjakan di pabrik semen yang baru berdiri. Meskipun mereka menyadari posisi mereka tidak menjadi tenaga ahli, setidaknya bisa menjadi tenaga pengamanan, tenaga kerja lain yang membutuhkan sedikit kemampuan.

“Saya sebelumnya tidak berfikir untuk sekolah lagi, karena sebagaimana orang tua kami adalah petani sanggem yang hidup dari bercocok tanam di lahan Perhutani dengan sistem tumpang sari,” kata Maryono, 24, siswa kejar Paket C.

Sebelum ada rencana berdirinya pabrik semen, demikian Wandi,25, pelajar lainnya, warga di sini kebanyakan hanya tamat sekolah rendah. Alasan mereka karena ijasah tidak dibutuhkan untuk bekerja di sektor informal. Warga Desa Tegaldowo berprofesi sebagai tenaga penggarap perkebunan atau sawah.

Namun pada umumnya mereka merantau ke kota untuk menjadi buruh bangunan atau apa saja agar dapat bertahan hidup. Nah, sekarang harapan baru telah bermunculan.

Berdirinya pabrik semen memberikan ruang yang cukup akan pekerjaan baru. Maka di tengah-tengah kesibukan rutin sebagai petani sanggem atau pengangon ternak, banyak warga yang memutuskan untuk kembali masuk ke sekolah mengejar ijasah.

“Kalaupun tidak diterima di pabrik semen, setidaknya kami bisa mencari pekerjaan lain yang menggunakan sedikit ilmu hasil belajar kami,” ujar Maryono.

Dwi Joko Supriyanto, seorang guru di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang mengatakan dengan adanya pabrik semen yang berdiri ini, telah memberikan cakrawala baru dunia pendidikan bagi warga di lima desa yakni Desa Tegaldowo, Desa Kadiworo, Desa Kajar, Desa Timbrangan dan Desa Pasujan.

“Di sini sebelumnya dalam satu desa paling hanya 2 sarjana, namun sekarang ini jumlah sarjana telah mencapai puluhan setiap desa,” kata Dwi.

Gairah belajar warga ukup luar biasa meskipun hanya paket A, B dan C, lanjut Dwi, terjadi peningkatan hingga 200 persen dari sebelumnya setelah berdirinya pabrik semen, karena dukungan yang kuat pabrik untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa hingga jumlah mereka yang belajar di sekolah ini mencapai 900 orang lebih.

Beasiswa

Tidak hanya pendidikan kecar paket A, B dan C yang diberikan, beberapa pendidikan dan pelatihan kepada warga juga diberikan seperti tata boga, kecantikan, kerajinan dan lain sebagainya, sehingga jika sebelumnya para ibu rumah tangga hanya membantu suami di lading untuk menggarap lahan perhutani secara tumpang sari kini mereka telah dapat berwira usaha.

Hasil pendidikan dan pelatihan untuk para ibu rumah tangga terasebut, kini mereka sudah dapat berwirausaha seperti membuka warung makan, menyediakan ketering, menjadi perias pengantin dan lain sebagainya.

Para pelajar di sekolah formal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) juga lebih bersemangat, karena jika sebelumnya di tengah-tengah kesulitan ekonomi harapan mendapatkan pendidikan cukup hanyalah mimpi, tetapi kini mereka tetap dapat belajar dengan beasiswa yang diberikan oleh PT Semen Indonesia.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari PT Semen Indonesia jumlah beasisawa yang diberikan setiap tahun terus meningkat, dari tahun 2015-2016 jumlah siswa SD -SMA di desa sekitar pabrik penerima beasiswa mencapai 300 orang dan tahun 2017 ini akan terus ditingkatkan terutama kepada siswa miskin dan siswa berprestasi.

“Besaran beasiswa yang diberikan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) Rp600.000 per siswa per tahun, SMP Rp800.000 per siswa per tahun dan SMA Rp1 juta per siswa per tahun,” kata Kepala Humas PT Semen Indonesia Parno Suvarela.

Selain beasiswa, bantuan pendidikan juga diberikan berupa saarana dan prasarana seperti perangkat kompiter bagi SMP dan MTs yang ada di lima desa tersebut, buku-buku, perlengkapan sekolah lainnya termasuk juga pelatihan bagi para guru seperti materi penyusunan Kurikulum 2013.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...