Untuk Sahabatku Pengurus dan Kader Republik (2)

Politik itu candu. Setiap orang yang mengenal politik dan memasukinya ia sulit keluar. Politik itu memberi energi lahi dan lagi. Meski berkali kali jatuh ia akan bangkit dan berjuang kembali.

Politik bukanlah tujuan. Politik hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Siapa pun yang menganggap politik adalah tujuan maka ia akan hidup sebentar. Perjuangannya bukan lagi memperjuangkan ide ide dan gagasan. Bukan lagi memperjuangkan masyarakat adil makmur. Tapi ia hanya berjuang untuk dirinya sendiri, untuk jabatan yang akan diraihnya. Ia berkorban untuk kekuasaan yang akan diraihnya sendiri. Ia kerahkan harta benda dan melalukan praktik politik transaksional untuk melampiaskan nafsu syahwatnya demi meraih status sosialnya sendiri.

Jenis orang seperti ini banyak sekali di negeri ini. Merekalah yang memenggal politik dari rohnya. Mereka hanya melihat dan menggunakan jasadnya. Ketika mereka berkuasa sejatinya mereka adalah jasad tanpa roh. Mereka adalah mayat hidup.

Seolah olah mereka menjadi presiden, gubernur, bupati walikota,  tapi sejatinya kekuasaan itu hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, untuk bisnisnya sendiri, untuk kolega, teman-temannya, partai politik pengusungnya, dan lingkaran kekuasaannya. Kepentingan rakyat ditempatkan nomor buncit. Kepentingan bangsa dan negara apalagi….mungkin malah dilepaskan.

Pragmatisme politik inilah yang sedang kita rasakan sekarang ini. Makanya rakyat jenuh. Rakyat bosan dengan semua retorika politik. Rakyat muak dengan tingkah laku politisi di negeri ini. Jika tak melihat kepentingan bangsa dan negara yang jauh lebih besar, rakyat sudah malas mendatangi TPS TPS dan mencoblos dalam pemilu.

Kita harus mengembalikan politik pada rohnya. Jasad dan roh politik harus kembali bersatu. Jangan lagi dipisahkan. Kekuasaan adalah instrumen untuk memperjuangkan ide dan gagasan menuju terwujudnya masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Sekali lagi niat kita bukan untuk berkuasa dan meraih kekuasaan. Kodrat kita adalah menjadi pemimpin di muka bumi. Menjadi khalifatul fil ardhi. Tujuannya untuk memakmurkan bumi. Maka, kekuasaan adalah instrumen untuk memakmurkan masyarakat, memakmurkan bumi.

Kembalikan politik pada rohnya. Politik adalah perjuangan gagasan, ide dan nilai-nilai untuk mencapai tujuan dan cita-cita menuju masyarakat Indonesia adil makmur gemah ripa loh jinawi toto tentrem kertorahardjo,  baldatun tayyibatun waronbbun ghofur.

InsyaAllah rakyat akan bersama kita jika kita memperjuangkan mereka. Rakyat akan rela berkorban apa saja untuk harapan dan cita cita bersama demi kemuliaan Indonesia sebagai bangsa dan kejayaan Indonesia sebagai negara.

Kita adalah rakyat. Kita harus kembali kepada rakyat.

Jakarta 23 april 2017

HB Arifin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sabar, mudah diucapkan, namun membutuhkan keyakinan yg mendalam utk secara konsisten dilakukan.

Oleh Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen, Ketua DPP Partai REPUBLIK Sabar, mudah diucapkan,  namun ...