Toleransi Indonesia Diapresiasi

INDONESIA diapresiasi karena keberhasilan menjaga harmonisasi antar umat beragama dan toleransi yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise saat mengikuti pertemuan khusus Specialiazed Summit of the Women’s Affairs’ Minister from Islamic Countries: Social and Family Policy Making in Islamic Societies di Mashdad, Iran, Kamis (27/4) lalu.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia dijadikan contoh dalam perlindungan kaum minoritas terutama perempuan dan anak. “Mereka terkesan akan program 3-ends kita, dan ingin menerapkan hal tersebut di negara masing-masing. Saya kira ini jadi satu pencapaian terbaik,” ucap Yohana dalam penjelasannya di kantor Kementerian PPPA, di Jakarta, Selasa (2/5).

Dalam kesempatan tersebut, Yohana menyatakan komposisi anak dan perempuan mendominasi 67% total populasi di Indonesia. Untuk itu pemberdayaan dan perlindungan perempuan menjadi fokus penting pemerintah saat ini.

Hal itu juga diperlihatkan dengan adanya 9 perempuan di kabinet pemerintah saat ini. Jumlah terbanyak di antara negara lain. “Jadi mereka menyadari kalau kita sangat menghargai perempuan. Itu sebabnya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai lokasi belajar,” terang dia.

Salah satu langkah yang akan diambil pemerintah, lanjut Menteri Yohana, ialah merevisi UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurutnya, kali ini pemerintah akan meningkatkan batasan umur kawin pada perempuan menjadi 18 tahun.

“Ini sudah banyak yang mendukung, saya tinggal bicara dengan menteri agama dan menyiapkan instrumennya,” ungkap Yohana. (OL-4)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...