Tol Akses Tanjung Priok Percepat Arus Barang

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pengoperasian Tol Akses Tanjung Priok yang akan memperlancar arus keluar-masuk barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

“Sekitar 3.600 truk kontainer akan lalu lalang di tol ini. Dengan tol ini, kecepatan keluar-masuk kontainer ke pelabuhan bisa ditingkatkan. Artinya, kapal-kapal peti kemas bisa dilayani dengan baik,” kata Presiden pada peresmian Tol Akses Tanjung Priok, di Koja, Jakarta, kemarin.

Turut hadir, antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono, dan Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono.

Presiden berharap meningkatnya akses keluar-masuk kontainer atau peti kemas akan berimbas pada daya saing yang sangat baik di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia.
Tol Akses Tanjung Priok yang dibangun dengan investasi Rp4,1 triliun tersebut menghubungkan lalu lintas dari JORR menuju Cawang, Pluit, dan langsung pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan tol dimulai pada 2003. Sempat terhenti, pembangunan dimulai kembali pada 2008. Namun, tol sepanjang 11,4 km itu mengalami masalah pengadaan lahan dan ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar sehingga dibongkar dan diganti.

Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi, yakni seksi E-1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, seksi E-2 Cilincing-Jampea dengan panjang 2,74 kilometer, kemudian seksi E-2A Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 kilometer, NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 kilometer, dan NS Direct Ramp sepanjang 1,1 kilometer.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan kelancaran di pelabuhan akan berdampak pada penurunan biaya. Apalagi, pekan depan Indonesia kedatangan kapal peti kemas bermuatan besar. “Ini lompatan besar seperti kata Presiden kami mau meningkatkan daya saing, minimal sama dengan Singapura dan Malaysia.

“Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengutarakan Tol Akses Tanjung Priok merupakan jalan tol yang pertama kali diresmikan dari 392 km tol yang akan diresmikan sepanjang tahun ini.

Pihaknya juga kini tengah melaksanakan proses pengadaan lahan pada seksi W2 sejauh 6 km yang menghubungkan Tol Akses Tanjung Priok dengan tol dalam kota dan ditargetkan rampung akhir 2019.
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi M mengatakan Tol Akses Tanjung Priok jadi percontohan tol ramah lingkungan karena dilengkapi kedap suara terutama di dekat RS Koja agar tak mengganggu ketenangan rumah sakit.

”Pengoperasian tol ini oleh PT Jasa Marga dan PT Citra Marga Nusaphala Persada. Hingga sebulan ke depan, ruas tol ini sementara dioperasikan tanpa tarif.” Adi/Pol/E-3

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...