Suatu pemikiran tentang pelajaran kepemimpinan untuk menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan masa kini

Oleh Bapak Marsma TNI (Purn) Juwono Kolbioen, ketua DPP Partai REPUBLIK

 

Suatu pemikiran ttg pelajaran kepemimpinan untuk menghadapi ancaman,  gangguan,  hambatan dan tantangan masa kini

Baik adalah Musuh dari Hebat

Adalah kata-kata yang harus benar-benar dimaknakan dalam upaya membangun suatu organisasi yang sudah baik menjadi organisasi yang hebat
Dari kondisi baik menjadi hebat ada “kuncinya” yaitu disiplin.  Disiplin dalam hal ini dibedakan menjadi 3 (tiga) disiplin yaitu :

1.    Manusia yang disiplin terhadap berbagai aturan/ketentuan.
2.    Manusia yang disiplin dalam berpikir.
3.    Manusia yang disiplin dalam bertindak.

Selanjutnya strategi kepemimpinan yang diperlukan dalam mewujudkan Great dari sebelumnya Good,  adalah sebagai berikut:

Pemimpin yang mampu memadukan antara proffesionalisme dengan kerendahan hati, yang dikenal dengan istilah paradox (berlawanan azas).
1.    Mereka adalah para pemimpin yang sangat ambisius dalam bekerja, tidak pernah mempunyai agenda tersembunyi untuk kepentingan pribadi.  Seluruh ambisinya hanyalah untuk kesuksesan organisasi.
2.    Mereka bukanlah orang yang suka menepuk dada jika berhasil, tetapi lebih suka menunjuk teamnya-lah yang berhasil.
3.    Mereka tidak suka menyalahkan, mereka akan menunjuk diri sendiri jika terjadi kesalahan dan untuk itu dengan segera memperbaikinya.
4.    Mereka juga menerapkan sistem suksesi kepemimpinan yang baik,  dengan memilih dan membina pemimpin pengganti yang memiliki kepribadian dan visi yang kurang lebih sama. Dan mereka senang jika penggantinya nanti dapat memimpin organisasi secara lebih baik,  sehingga dapat mencapai tingkat kesuksesan yang lebih baik dibanding mereka sekarang.

Pemimpin yang memahami secara benar peranan manusia dalam organisasi.  Mereka meyakini bahwa dalam proses rekruitmen, menentukan orang yang tepat adalah hal yang wajib dilakukan agar visi organisasi tercapai.   Dengan demikian menemukan orang-orang yang  dinilai layak adalah wajib hukumnya,  setelah itu baru ditentukan arah mana yang tepat.
Diumpamakan seperti calon penumpang yang menunggu antrian untuk masuk ke dalam bis.   Dalam proses ini kegiatan pemimpin yang harus didahulukan  adalah memilih penumpang, karena pemilihan penumpang diyakini lebih penting dibanding ke mana tujunan bis yang akan mereka naiki. Artinya, pemimpin meyakini bahwa pada dalam organisasiyang dipimpinnya, orang-orang yang tergabung dalam organisasi memegang peranan yang lebih penting dibanding dengan arah dan tujuan organisasi.

Pemimpin yang tangguh dalam menghadapi fakta yang tidak menyenangkan.   Dalam ilmu kepemimpinan dikenal istilah Stockdale paradox. Stockdale adalah nama seorang kolonel penerbang amerika yang pada saat perang Vietnam pesawatnya tertembak jatuh. Melalui keuletannya, ketangguhannya bertahan dalam kamp tawanan serta dapat memotivasi tawanan yang lain melalui metode yang sederhana. Ia menciptakan bahasa isyarat berupa ketukan di dinding, yang jika di dengarkan labih detail adalah berupa kata-kata motivasi bagi tawanan yang lain untuk terus bertahan sampai hari kebebasan. Semangat Stockdale inilah yang mengilhami ketangguhan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Pemimpin yang selalu focus pada kondisi yang tidak menyenangkan organisasi.  Konsep ini dikenal dengan  Konsep “Landak”.   Adalah konsep yang mengatakan bahwa  apabila pemimpin menginginkan organsasi yang dipimpinnya menjadi Great dari sebelumnya Good, dia harus fokus pada 3 (tiga) hal pada suatu situasi atau kondisi yang dapat dikatagorikan ancaman terhadap organisasi yang dipimpinnya.  Secara lebih rinci yang dimaksud dengan focus adalah :
1.    Fokus kepada apa yang menjadi dambaan tujuan organisasi.
2.    Fokus pada kemampuan nyata dukungan yang  dimiliki.
3.    Fokus pada keunggulan yang telah dimiliki organisasi.
Konsep ini mengambil contoh pada landak,  yang selalu bergelung dan diam serta memekarkan duri-durinya kesegala arah apabila diganggu oleh pemangsa dan selanjutnya landak tidak menggubris pengganggu (selalu focus).   Ketika ancaman berlalu, landak akan melanjutkan perjalanannya.

Pemimpin yang menciptakan budaya disiplin.  Penciptaan Budaya Disiplin sehingga disiplin menjadi betul-betul mengakar, adalah langkah yang harus dilakukan pemimpin agar dapat menjadi Great.  Disiplin yang dimaksud adalah taat terhadap azas, aturan baku, SOP yang ada diorganisasi.   Disamping itu juga disiplin dalam mengembangkan kreativitas untuk peningkatan kinerja.

Bernard H. Semler.  Seorang akuntan di Abbot menjadi perintis perilaku disiplin untuk departemen akunting.  Dia memandang bahwa sistem kerja akuntan tradisional sudah bukan jamannya lagi. Oleh karena itu dia memperkenalkan Responsibility Accounting yang merupakan mekanisme baru bahwa laporan cost, pendapatan organisasi, dan investasi akan mudah diidentifikasi dengan masing-masing pekerja bertanggung jawab atas tugasnya. Kebijakan yang waktu itu tergolong radikal ini nyatanya mampu membawa Abbot menjadi jaya karena akhirnya konsep tersebut diterapkan pada semua departemen.

Pemimpin yang menguasai teknologi percepatan.   Fakta menunjukkan bahwa tidak ada satu pun organisasi  yang menjadi Great (hebat) karena menjadikan dirinya pelopor teknologi dalam proses  transformasi.  Mereka semua menjadi pelopor dalam aplikasi teknologi setelah mereka benar-benar memahami bahwa teknologi itu cocok dengan 3 (tiga) hal pokok, yaitu keunggulan, sumber daya dan tujuan organisasi.  Dalam aplikasi teknologi seorang pemimpin harus mampu mempersiapkan sumber daya manusia untuk menggunakan teknologi tersebut, karena apabila teknologi diterapkan namun sumber daya manusia belum siap akan terjadi Gagap Teknologi massal, yang  akibatnya adalah menurunnya kinerja organisasi.

Kesimpulan.    Bahwa untuk menjadikan organisasi Great dari sebelumnya Good bukalnlah suatu “keajaiban” yang kemudian dibesar-besarkan.   Dicapainya Great karena semua kegiatan berjalan normal dan natural, setiap orang bekerja keras sesuai dengan perand an fungsinya, kuncinya adalah mereka dipimpin oleh Pemimpin yang mempunyai kelebihan yaitu rendah hati.

One comment

  1. Sebuah tulisan yang menggugah. Terima kasih bapak marsekal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sabar, mudah diucapkan, namun membutuhkan keyakinan yg mendalam utk secara konsisten dilakukan.

Oleh Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen, Ketua DPP Partai REPUBLIK Sabar, mudah diucapkan,  namun ...