Stasiun Bandara Soekarno-Hatta 95 Persen, Begini Kondisinya

TANGE RANG, Bangunan stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta per Rabu (12/4/2017) sudah hampir rampung. Fisik bangunan telah berdiri rapi dengan sejumlah pengerjaan kecil dan finalisasi yang masih dilakukan di beberapa sudut gedung.

Dari pantauan Kompas.com, bangunan stasiun terdiri dari dua lantai. Pintu depan tempat masuk stasiun terbuat dari kaca, serupa dengan sebagian besar material gedung di bagian atas yang hampir seluruhnya terpasang kaca.

Saat memasuki lobi stasiun, terlihat ada empat eskalator dan dua lift yang diletakkan di bagian depan dan belakang. Selain itu, juga terpasang beberapa jam analog berbentuk kotak yang tergantung di atas, layaknya ciri khas stasiun kereta pada umumnya.

Jika berjalan lebih ke dalam lagi, dapat terlihat pintu kaca yang membatasi dua peron kereta, di sebelah kiri dan kanan, serta dua rangkaian rel yang sudah terpasang rapi. Kedua peron tersebut berbentuk lorong yang dilapisi kaca, lengkap dengan pintu elektrik sebagai akses dari peron ke kereta.

Lantai dasar bangunan tersebut sepenuhnya digunakan untuk stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan lantai atas nantinya akan difungsikan sebagai tempat naik ke kereta tanpa awak atau sky train yang disebut sebagai automated people mover system.

Tampak bangunan fisik stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (12/4/2017). Stasiun direncanakan mulai beroperasi pertengahan tahun 2017, dengan rute dari Stasiun Manggarai dan Stasiun Jakarta Kota.

Tampak bangunan fisik stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (12/4/2017). Stasiun direncanakan mulai beroperasi pertengahan tahun 2017, dengan rute dari Stasiun Manggarai dan Stasiun Jakarta Kota.(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

Sky train itu akan memudahkan mobilitas penumpang antar terminal sehingga untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain tidak lagi menggunakan shuttle bus.

Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengungkapkan, stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta siap dipakai pada pertengahan tahun ini. PT AP II bertanggung jawab terhadap pembangunan stasiun, sedangkan untuk keretanya di bawah wewenang PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kurang lebih pembangunannya sudah selesai 95 persen. Rencana operasional masih tetap pada pertengahan tahun ini,” kata Yado kepada Kompas.com di kantornya.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...