Soal Jalan Dewi Persik di Bekasi, Google Minta Maaf

PERWAKILAN dari Google Indonesia akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan nama tempat yang muncul di aplikasi Google Maps. Sebelumnya diberitakan, nama Jalan Dewi Sartika di daerah Margahayu, Bekasi Timur, tiba-tiba berubah menjadi Jalan Dewi Persik, Minggu (30/7) lalu.

Kejadian itu pun membuat heboh warga dan pemerintah Kota Bekasi. Apalagi penamaan Jalan Dewi Sartika di daerah itu sudah digunakan sebelum Kota Bekasi didirikan 20 tahun lalu.

Berdasarkan pernyataan tertulis yang diperoleh Media Indonesia, perwakilan dari Google Indonesia menyatakan tim dari Google Indonesia telah mengambil tindakan untuk tindakan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut pihak Google Indonesia mengaku bahwa kumpulan data yang muncul di Google Maps datang dari berbagai sumber. Adapun seluruh data seperti nama tempat, nama jalan merupakan kombinasi dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik dan kontribusi pengguna.

“Secara keseluruhan ini memberikan kami data yang komprehensif dan up-to-date, namun kami menyadari adanya kemungkinan untuk munculnya inakurasi dari sumber-sumber ini. Kami memperbarui data kami secara reguler, namun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Inilah mengapa kami mempunyai tools yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat proses,” ungkap perwakilan dari Google Indonesia, Senin (7/8).

“Kami mendorong pengguna untuk melaporkan sesuatu yang tidak akurat lewat tombol ‘send feedback’ yang ada di pojok kiri bawah di aplikasi Google Maps, atau di pojok kanan bawah jika Anda menggunakan Google Maps di desktop. Kemudian klik ‘report a data problem’,” lanjut dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotasandi) Kota Bekasi, Titi Masrifahati menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan masalah pergantian nama jalan tersebut pada pihak Google.

“Kami sudah berupaya melayangkan keberataan secara serentak bersama Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) lainnya,” kata Titi, Senin (7/8).

Titi menjelaskan, laporan perubahan nama jalan itu baru ia terima apda Sabtu (5/8) kemarin. Menurut Titi, perubahan nama ini tidak bisa diterima. Pasalnya nama jalan tersebut menggunakan nama pahlawan dan menyangkut integeritas kota.

“Saya rasa ini diubah dengan sengaja oleh oknum tertentui, kalau tidak sengaja pasti berubahnya hanya sedikit, mungkin salah penulisan seperti harusnya Dewi Sartika jadi Dewi Sartiko,” kata dia. (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...