Siapkan Lulusan yang Siap Bersaing di Dunia Kerja

KERJA keras Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mampu bersaing dengan negara lain, harus diwujudkan dalam lingkup pendidikan di Indonesia, terutama dalam aspek pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan terampil yang siap bersaing di dunia kerja. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam persaingan tersebut ialah penguasaan bahasa asing yang mumpuni sehingga mudah berkomunikasi dengan warga dunia negara lain. Head of Public Relations Swiss German University (SGU), Deni Hutajulu, berpendapat penguasaan bahasa asing menjadi penting karena kawasan Asia Tenggara sudah mengimplementasikan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

“Karena itu, di SGU perkuliahan dilangsungkan dalam bahasa Inggris. Handbook sampai tugas pun dilakukan dengan bahasa Inggris. Sebelum ujian skripsi untuk mahasiswa strata 1, juga ada oral test bersama dengan profesor dari Jerman,” kata Deni ketika dihubungi, Jumat (28/4). Keunggulan lain yang diberikan SGU ialah gelar ganda (dual degree) bagi semua program studi. Dual degree tersebut diraih melalui kerja sama dengan sejumlah universitas ternama di Jerman dan Swiss. Karena itu, mahasiswa SGU akan merasakan kuliah di salah satu dari dua negara tersebut pada semester akhir.

Terkait dengan daya saing SDM, kata Deni, salah satu progam SGU yang juga menjadi unggulan ialah memberikan pengalaman kerja atau magang selama satu tahun bagi lulusannya. Magang itu terbagi dalam dua tahap, yakni selama satu semester pada tahun kedua kuliah di dalam negeri dan satu semester lagi saat menjalani kuliah di Jerman atau Swiss pada tahun ketiga. “Jadi dengan pengalaman satu tahun kerja, mahasiswa sudah akrab dengan dunia industri dan lapangan kerja. Terlebih dengan penguasaan bahasa asing yang juga bagus maka mereka akan siap bersaing di dunia internasional, minimal untuk menatap MEA,” ujar Deni.

Selain itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menginstruksikan PT di Indonesia untuk meningkatkan penelitian dan penghiliran hasil penelitian ke masyarakat. Instruksi itu disambut SGU pada 2016 dengan memfokuskan riset pada bidang pangan, kesehatan, teknologi informasi, robotika, dan energi terbarukan, serta konservasi energi. Saat ini, SGU sedang mengembangkan obat untuk penderita diabetes.

Gencarnya riset tersebut membuat SGU berada di peringkat ke-45 dari 1.477 PT, yang dinilai berdasarkan kualitas hasil riset pada 2016. Karena itu, SGU mendapatkan dana hibah penelitian dari Kemenristek Dikti sebesar Rp10 miliar. “Penelitian dari universitas memang perlu ditingkatkan karena nanti masyarakat yang akan merasakannya. Selain itu juga bisa menjadi sarana untuk mengharumkan nama bangsa di dunia internasional bila penelitian itu masuk jurnal ilmiah atau penghargaan internasional, ” tutur Deni.

Untuk meningkatkan kualitas SDM, SGU juga memberi beasiswa bagi masyarakat menengah bawah yang berprestasi. “SGU juga memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi yang memiliki orangtua berprofesi sebagai guru, tentara, polisi, dan petugas di bidang kesehatan. Beasiswa ini 100%. Ada juga beasiswa bagi komunitas di wilayah Tangerang Raya,” tandasnya.

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...