Serangan Wereng Meluas, Pemda Siapkan Asuransi

SERANGAN hama wereng batang coklat (WBC) di Banyumas, Jawa Tengah meluas dan hingga kemarin, setidaknya ada 1.000 hektare (ha) lahan yang terkena serangan baik skala berat, sedang maupun ringan. Untuk petani yang telah masuk daftar asuransi, maka disiapkan klaim asuransi bagi yang puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Widarso mengakui kalau serangan hama WBC semakin meluas. Jika bulan lalu, serangan hama WBC mencapai 500 ha, saat sekarang telah mencapai 1.000 ha.

“Dari luasan tersebut, ada lahan seluas 75 ha yang mengalami puso. Serangan WBC tersebut tersebar di 14 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Banyumas,” jelas Widarso, Selasa (4/7).

Menurut Widarso, bagi petani yang arealnya mengalami puso dan telah masuk dalam program asuransi tani, maka telah disiapkan klaim asuransi. “Jumlah klaim asuransi yang disediakan senilai Rp6-7 juta untuk areal 1 ha yang mengalami puso. Selain itu, kami juga menyiapkan bantuan benih dan obat-obatan gratis bagi para petani yang belum masuk asuransi,” ujarnya.

Widarso menjelaskan meluasnya serangan hama WBC disebabkan karena pola tanam petani yang terus menerus menanam padi. Sejak tahun lalu, hujan terus menerus turun atau terjadi kemarau basah, sehingga kebanyakan petani menanam padi. Padahal hal tersebut akan memicu serangan hama seperti yang terjadi saat ini.

Selain itu, kondisi cuaca seperti sekarang yang masih ada hujan, tetapi juga panas merupakan kondisi yang cocok bagi perkembangbiakan hama WBC. Menurut dia, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pengendalian hama terpadu (PHT) serta bagaimana memutus rantai serangan dengan cara menanam selain padi.

“Kami berharap pada musim kemarau sekarang ini, petani tidak meneruskan menanam padi lagi, melainkan palawija. Pola tanam padi – padi – palawija harus dilakukan untuk memutus rantai serangan WBC,” ujarnya.

Salah seorang petani di Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Warsono, 48, mengungkapkan kalau areal lahan seluas 2.500 meter persegi (m2) miliknya, produksi padi merosot. “Dalam kondisi normal, lahan seluas itu bisa menghasilkan 1,5 ton. Namun, saat sekarang maksimal hanya mencapai 0,8 ton atau merosot hingga 50%,” ujar Warsono. (OL-3)
Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...