Sena Wangi akan Sesuaikan Wayang dengan Anak Muda

SEKRETARIAT Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) mengukuhkan kepengurusan baru masa bakti 2017-2022, di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, Senin (14/8).

Dalam kesempatan itu Ketua Umum Pengurus Sena Wangi Suparmin Sunjoyo menekankan perlunya strategi penyesuaian pertunjukan wayang agar tetap bisa dinikmati khalayak luas, khususnya anak muda.

“Kita akan mengembangkan wayang dengan penyesuaian kepada anak muda,” kata Suparmin saat ditemui usai seremoni pengukuhan.

Menurut Suparmin, perkembangan sumber daya manusia di sisi pelaku wayang sebenarnya tidak mengalami kemunduran. Dirinya mencontohkan banyak pendidikan formal dan non-formal yang menjadikan wayang sebagai materi pelajaran dan praktek. Di antaranya pengajaran wayang di sekolah menengah kejuruan, universitas, dan sanggar-sanggar.

“Bahkan sejak 2011 sudah ada program studi Filsafat Wayang di Universitas Gadjah Mada,” tambahnya.

Tantangan terbesar dunia wayang Tanah Air, lanjut Suparmin, ialah mendapatkan penonton generasi muda. Masalah itu menurutnya bisa dipecahkan melalui penyesuaian-penyesuaian seperti gaya bahasa, dagelan-dagelan yang menggelitik, dan waktu pertunjukan yang lebih singkat.

Lebih lanjut Suparmin mengatakan Sena Wangi juga akan membantu pemerintah untuk mengomunikasikan program-program yang tengah gencar dijalankan. Misalnya memberikan pesan moral ancaman narkoba dalam pertunjukan wayang.

“Kita misalnya sedang menghadapi ancaman narkoba terhadap anak muda. Pemerintah fokus soal itu. Kita akan bekerja sama dengan BNN,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar mengatakan wayang bisa memberi sumbangsih yang besar untuk bangsa melalui pesan nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya.

“Saya harap Sena Wangi bisa memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Di sisi lain, Suparmin mengatakan Sena Wangi saat ini tengah menanti proses penetapan Hari Wayang yang diusulkan jatuh pada 7 November. Dirinya menjelaskan Sena Wangi dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud sebelumnya sudah bekerja sama untuk memperjuangkan dan mengonsep Hari Wayang itu.

“Hari itu (7 November) bersamaan dengan diakuinya wayang oleh UNESCO,” pungkasnya. (OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...