Selamatkan 840 Danau, Bappenas Fokus Pengelolaan Berkelanjutan

Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah berfokus melakukan sinergi program dan peran pemangku kepentingan untuk pengelolaan danau berkelanjutan. Upaya yang dilakukan di antaranya melalui lokakarya yang digelar untuk membahas sejumlah isu penting terkait danau, pengelolaan infrastruktur sumber air, dan pemanfaatan danau yang berwawasan lingkungan

“Indonesia sebagai negara yang memiliki ratusan danau perlu melakukan upaya terobosan untuk mengatasi permasalahan danau,” ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Gellwyn Jusuf, di kantornya, Selasa, 9 Mei 2017.

Adapun kondisi dan permasalahan yang dibahas adalah pengelolaan danau di empat lokasi yaitu Danau Toba, Danau Maninjau, Danau Limboto, dan Danau Rawa Pening. Tujuan lokakarya ini kata Gellwyn di antaranya untuk mengidentifikasi isu-isu yang penting dalam pengelolaan danau, mendapatkan solusi penanganan mulai dari perencanaan, kelembagaan, dan regulasi, serta untuk membangun koordinasi antar pihak agar tercipta keseimbangan aspek ekologi dan ekonomi.

Gellwyn mengatakan Indonesia total memiliki 840 danau dengan total luas mencapau 7.103 kilometer persegi. Danau di Indonesia berfungsi sebagai sumber daya produktif dan pemenuhan kebutuhan sosial serta ekonomi lainnya. Selain itu danau juga berpotensi tinggi untuk menopang sektor pariwisata. “Penyelamatan danau sangat mendesak untuk ditangani agar danau tetap mampu memberikan manfaat.”

Gellwyn berujar multiguna ekosistem danau dalam menopang kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya juga membutuhkan sistem pengelolaan yang memenuhi kaidah tata ruang yang benar, regulasi dan kelembagaan jelas, serta kelestarian fungsi ekosistem. “Pemanfaatan ekosistem danau seharusnya selaras dengan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Gellwyn untuk mewujudkannya dibutuhkan pengelolaan danau terpadu yang berbasis pada pendekatan holistik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, tata ruang, dan pariwisata. “Pengelolaan berkelanjutan tidak hanya dikerjakan oleh satu lembaga atau instansi, tapi upaya dari berbagai pihak baik swasta maupun masyarakat.”

Gellwyn menegaskan pengelolaan danau berkelanjutan harus merupakan suatu aksi kolektif dari berbagai pihak, meskipun memiliki tujuan yang berbeda. “Namun dalam upaya pengelolaan dan optimalisasi potensi danau, seluruh pihak harus memiliki tujuan bersama,” ujarnya.

Sumber Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...