Sekitar 9 Miliar Ton Plastik Jadi Limbah Berbahaya

LIMBAH plastik hingga kini masih menjadi masalah serius dikaitkan dengan kesehatan manusia dan lingkungan. Dalam sebuah penelitian, lebih dari sembilan miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950 dengan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah.

Hal itu tentu merusak ekosistem dan menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, demikian menurut analisis global pertama tentang produksi plastik secara massal. “Hampir 80 persen plastik ini berakhir di tempat pembuangan sampah atau lingkungan sedangkan produksinya meningkat dengan cepat”, kata peneliti dari University of California, Santa Barbara, dalam penelitian yang dipublikasikan Rabu (19/7) waktu setempat.

Kurang dari 10 persen yang didaur ulang dan sekitar 12 persen dibakar, katanya menambahkan. “Jika Anda membentangkan semua plastik ini secara merata sebatas pergelangan kaki, itu akan mencakup area seukuran Argentina,” tutur Roland Geyer, seorang profesor ekologi industri dan penulis utama studi tersebut kepada Thomson Reuters Foundation. “Ini adalah jumlah besar materi yang tidak terurai. Saya sangat khawatir,” imbuh Geyer.

Persoalan lain muncul, sebab pemusnahan plastik melalui pembakaran akan berkontribusi terhadap perubahan iklim dan berdampak buruk pada kesehatan manusia. Adapun, jika menumpuk material tersebut dapat merusak lingkungan yang lebih luas.

Dijelaskan, bidang pengemasan adalah pasar terbesar untuk plastik dan produk berbasis minyak bumi mempercepat peralihan global dari wadah yang dapat digunakan kembali menjadi wadah penggunaan sekali pakai.

Akibatnya, porsi plastik di tempat pembuangan kota di negara berpenghasilan tinggi dan menengah naik menjadi lebih dari 10 persen pada 2005, dari yang sebelumnya kurang dari 1 persen pada 1960. Tidak seperti bahan lain, plastik bisa bertahan di lingkungan selama ribuan tahun, kata Geyer.

Ada lebih dari 5 triliun keping plastik yang mengambang di lautan dunia, menurut sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di jurnal Public Library of Science.

Penumpukan plastik tersebut tentu membahayakan kehidupan laut dan ekosistem di laut dan darat. Jika tren saat ini terus berlanjut diperkirakan lebih dari 13 miliar ton sampah plastik akan berakhir di lingkungan atau tempat pembuangan sampah pada 2050.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...