Rp4,2 M untuk Beningkan Rawa Pening

RAWA Pening merupakan sebuah danau alam seluas 2.670 hektare yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Letaknya di Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru, serta berada di kaki Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran, menjadi daya tarik tersendiri. Tak mengherankan jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Rawa Pening terus meningkat, mencapai sekitar 1.500 orang per hari. Sayang, pemandangan indah danau itu kini terganggu dengan kehadiran tanaman liar eceng gondok yang menutupi hingga dua pertiga luas danau. Bisa dibilang, populasi tanaman gulma itu kian tak terkendali.

Selain mengganggu keindahan, meluasnya eceng gondok juga mengganggu sistem pertanian di daerah hilir, seperti Kabupaten Grobogan dan Demak. Bencana banjir terus mengancam karena daya tampung rawa makin kecil. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jelog juga terganggu. “Dulu bentuk rawa seperti mangkuk dengan daya tampung air yang cukup besar, tetapi akibat sendimentasi dan tidak terkendalinya populasi eceng gondong, kini seperti lepek (piring kecil) sehingga berkurang daya tampungnya,” kata anggota DPRD Kabupaten Semarang The Hok Giong kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, revitalisasi telah dilakukan beberapa kali dan menelan biaya miliaran rupiah, tapi belum menyelesaikan masalah. Padahal, penyelamatan rawa ini harus cepat dilakukan. Sebelumnya, kata The Hok Giong, luas Rawa Pening tercatat 2.670 hektare dan terus menyusut hingga tersisa 1.850 hektare pada 2015. “Sebanyak 820 hektare di antaranya telah tertutup gulma eceng gondok,” tambahnya. Menurut Lasman, 50, seorang nelayan di Rawa Pening, semakin tertutupnya rawa telah banyak mematikan para nelayan. Dulu untuk mencari ikan 5-10 kg per hari cukup mudah.

Sekarang ini mendapatkan ikan 2 kg saja sudah sulit karena kondisi rawa yang telah tertutup eceng gondok. “Bahkan, sebagian besar nelayan telah mengubah mata pencaharian karena rawa tidak lagi dapat menghidupi,” sebutnya. Saat mengunjungi Rawa Pening, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengamanatkan agar pembersihan rawa dari eceng gondok dipercepat karena danau itu akan jadi arena cabang olahraga dayung Asian Games 2018. “Maksimal Rawa Pening bisa digunakan untuk tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang dayung, September 2017,” ucap Basuki.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah, Kementerian PU-Pera telah mengalokasikan sedikitnya Rp4,2 miliar tahun ini untuk pembersihan eceng gondok seluas 200 hektare di Rawa Pening. Selain Rawa Pening, masih ada 14 danau lain yang saat ini tengah direstorasi Kementerian PU-Pera. Bupati Semarang Munjirin coba melihat dari sisi lain. Ia menggandeng perusahaan swasta untuk mengolah gulma tersebut menjadi bahan kerajinan, pupuk, serta braket. “Dengan berdirinya pabrik industri pengolahan pupuk dan braket enceng gondok ini, secara berangsur-angsur tanaman tersebut akan bersih dari rawa,” harap Munjirin.

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...