Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya

Hari ini, Rabu 1 Februari 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis beberapa data strategis tentang perkembangan inflasi dan data strategis lainnya. Berikut ini disampaikan ringkasan data-data tersebut:

A. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya 1

1. Pada Januari 2017 terjadi inflasi sebesar 0,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,94. Dari 82 kota IHK, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,82 persen dengan IHK sebesar 137,25 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 122,46.

2. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu:kelompok bahan makanan sebesar 0,66 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,50 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,12 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,35 persen.

3. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2017sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,49 persen.

4. Komponen inti pada Januari 2017dan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari) 2017 mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,56 persen; serta tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,35 persen.

B. PERKEMBANGAN TRANSPORTASI NASIONALDESEMBER2016

Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya 3

1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Desember 2016 sebanyak 7,8 juta orang atau naik16,98 persen dibanding November 2016. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 24,11 persen menjadi 1,5 juta orang. Selama Januari-Desember 2016 jumlah penumpang domestik mencapai 80,4 juta orang atau naik 16,97 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 14,8 juta orang atau naik 8,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2015.

2. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Desember 2016 tercatat 1,3 juta orang atau naik 15,96 persen dibanding November 2016. Jumlah barang yang diangkut turun 1,81 persen menjadi 22,4 juta ton. Selama Januari-Desember 2016 jumlah penumpang mencapai 14,9 juta orang atau naik 0,52 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2015 dan jumlah barang yang diangkut naik 8,37 persen atau mencapai 258,2 juta ton.

3. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Desember 2016 sebanyak 32,2 juta orang atau naik 8,29 persen dibanding November 2016. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 4,38 persen menjadi 3,3 juta ton. Selama Januari-Desember 2016 jumlah penumpang mencapai 351,8 juta orang atau naik 7,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 10,21 persen menjadi 35,3 juta ton.

C. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULANIV-2016

Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya 2

1. Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan IV-2016 naik 1,77 persen terhadap triwulan III-2016 (q-to-q) dan naik 3,34 persen terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y).

2. IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2016 naik 1,20 persen terhadap triwulan III-2016 (q-to-q) dan naik1,08 persen terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y).

3. IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2016 naik 10,28 persen dibandingkan triwulan III-2016 (q-to-q) dan naik 18,32 persen terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y).

4. IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2016 naik 0,84 persen terhadap triwulan III-2016 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) naik 2,18 persen.

D. TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK INDONESIA SEPTEMBER 2016 MENURUN

Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya 6

1. Pada September 2016, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,394. Angka ini menurun sebesar 0,003 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,397. Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0,402, Gini RatioSeptember 2016turun sebesar 0,008 poin.

2. Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2016 tercatat sebesar 0,409 turun dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,410 dan Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0,419. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2016 tercatat sebesar 0,316 turun dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,327 dan Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0,329.

3. Pada September 2016, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,11 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,02 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,52 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

E. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN BERAS

Rilis Data Strategis Tentang Perkembangan Inflasi dan Data Strategis Lainnya 5

1. NTP nasional Januari 2017 sebesar 100,91 atau turun 0,56 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,15 persen, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,71 persen.

2. Pada Januari 2017, NTP Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan terbesar (1,70 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (0,69 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.

3. Pada Januari 2017 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,79 persen disebabkan oleh naiknya seluruh kelompok penyusun indeks konsumsi rumahtangga.

4. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2017 sebesar 110,24 atau turun 0,43 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut Partai Republik mendukung kebijakan Bapak Jokowi guna memajukan perekonomian bangsa Indonesia.

Sumber : www.bps.go.id

One comment

  1. dan politik adalah kerja. gerak langkahkan kaki. nusantara mercubawono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...