Rilis BPS Tentang Perkembangan Eksport Import, Upah Buruh dan Data Strategis Lainnya

Hari ini, Kamis 16 Februari 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis beberapa data strategis tentang perkembangan ekspor impor, upah buruh dan data strategis lainnya. Berikut ini disampaikan ringkasan data-data tersebut:

I. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA JANUARI 2017

A. PERKEMBANGAN EKSPOR

1. Nilai ekspor Indonesia Januari 2017 mencapai US$13,38 miliar atau menurun 3,21 persen dibanding ekspor Desember 2016. Sementara dibanding Januari 2016 meningkat 27,71 persen.

2. Ekspor nonmigas Januari 2017 mencapai US$12,11miliar, turun 3,70 persen dibanding Desember 2016, sementara dibanding ekspor Januari 2016 naik 29,24 persen.

3. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2017 terhadap Desember 2016 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$121,3 juta (27,56 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$60,0 juta (10,55 persen).

4. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari 2017 naik 26,27 persen dibanding bulan yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 11,67 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 50,37 persen.

B. PERKEMBANGAN IMPOR

1. Nilai impor Indonesia Januari 2017 mencapai US$11,99 miliar atau turun 6,21 persen dibanding Desember 2016, namun jika dibandingkan Januari 2016 meningkat 14,54 persen.
2. Impor nonmigas Januari 2017 mencapai US$10,18 miliar atau turun 8,12 persen dibanding Desember 2016, sebaliknya jika dibanding Januari 2016 meningkat 10,12 persen.

3. Impor migas Januari 2017 mencapai US$1,81 miliar atau naik 6,25 persen dibanding Desember 2016, demikian pula jika dibanding Januari 2016 naik 48,03 persen.

4. Peningkatan impor nonmigas terbesar Januari 2017 dibanding Desember 2016 adalah golongan bahan kimia organik US$126,0juta (33,54 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik US$237,2 miliar (12,00 persen).

5. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$2,92 miliar (28,70 persen), Jepang US$1,03 miliar (10,10 persen), dan Thailand US$0,65 miliar (6,42 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 19,56 persen, sementara dari Uni Eropa 9,59 persen.

II. PERKEMBANGAN UPAH PEKERJA/BURUH

1. Upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2017 naik sebesar 0,77 persen dibanding upah buruh tani Desember 2016, yaitu dari Rp48.627,00 menjadi Rp49.000,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,02 persen1).

2. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2017 naik 0,29 persen dibanding upah Desember 2016, yaitu dari Rp83.190,00 menjadi Rp83.432,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,67 persen1).

Catatan:
Perubahan upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh seperti: buruh tani dan buruh informal perkotaan, yaitu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi daya beli upah buruh, atau sebaliknya.

III. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH JANUARI 2017

1. Rupiah terapresiasi 0,65 persen terhadap dolar Amerika pada Januari 2017. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kedua Januari 2017 yang mencapai Rp13.305,40 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapai Rp13.165,63 per dolar Amerika pada minggu kedua Januari 2017.

2. Rupiah terdepresiasi 3,81 persen terhadap dolar Australia pada Januari 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu keempat Januari 2017 yang mencapai Rp10.032,62 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp10.119,50 per dolar Australia pada minggu keempat Januari 2017.

3. Rupiah terdepresiasi 2,27 persen terhadap yen Jepang pada Januari 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga Januari 2017 yang mencapai Rp116,95 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp119,13 per yen Jepang pada minggu ketiga Januari 2017.

4. Rupiah terdepresiasi 1,69 persen terhadap euro pada Januari 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu keempat Januari 2017 yang mencapai Rp14.278,78 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Riau yang mencapai Rp14.387,50 per euro pada minggu keempat Januari 2017.

IV. PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI NASIONAL DESEMBER 2016

1. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Desember 2016 naik 12,87 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 986,3 ribu kunjungan menjadi 1,11 juta kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Desember 2016, mengalami kenaikan sebesar 11,07 persen.

2. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama tahun 2016 mencapai 11,52 juta kunjungan atau naik 10,69 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 10,41 juta kunjungan.

3. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Desember 2016 mencapai rata-rata 56,50 persen atau turun 0,75 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2015 yang tercatat sebesar 57,25 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK November 2016, TPK hotel berbintang pada Desember 2016 naik 0,74 poin.

4. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Desember 2016 tercatat sebesar 1,70 hari, terjadi penurunan 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2015.

Sumber : www.bps.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...