Ribuan Ibu Diajak Manfaatkan Teknologi untuk Pemasaran Industri Kreatif

YOGYAKARTA — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Misalnya, penggunaan media sosial untuk mengenalkan produk dan usaha, serta pemanfaatan aplikasi daring untuk memasarkan produk.

Hal itu dikatakan Mensos saat membuka Pameran Produk Unggulan dan Jambore Nasional Asosiasi Kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) di Alun-alun Utara Yogyakarta, Sabtu (22/4). Tak kurang dari 7.500 ibu-ibu peserta UPPKS dari seluruh Indonesia hadir dalam jambore ini.

“Perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak bisa kita hindari. Misalnya, adanya ojek online bisa dimanfaatkan jasa pengantarannya, (atau) mendaftarkan produknya agar bisa dipasarkan melalui aplikasi belanja,” kata Khofifah Indar Parawansa di Yogyakarta, Sabtu (22/4).

Khofifah melanjutkan, keberadaan media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram yang dapat dengan mudah diakses melalui gawai akan semakin memudahkan pemasaran produk. Ia mendorong ibu-ibu meningkatkan keterampilan, serta memperluas jejaring untuk kemajuan usaha.

Pameran Produk Unggulan merupakan bagian dari kegiatan Jambore Nasional Asosiasi Kelompok UPPKS. UPPKS adalah kelompok masyarakat yang awalnya dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta KB (Keluarga Berencana) melalui usaha ekonomi produktif dengan bantuan modal kerja dari pemerintah.

Total anggota Asosiasi Kelompok UPPKS di seluruh Indonesia mencapai 40 ribu kelompok dengan jenis usaha mayoritas di bidang keterampilan, pertanian, dan kuliner. Sebanyak 7.500 peserta hadir dari berbagai daerah di antaranya Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Bangka Belitung dan Gorontalo.

Pameran produk unggulan ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk-produk unggulan kelompok UPPKS, mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial (potential buyer), sehingga menambah jejaring agar usahanya lebih berkembang dan kesejahteraan keluarga meningkat.

Mensos berharap para ibu pelaku usaha dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah jejaring dan mempelajari inovasi industri kreatif dari para pelaku industri yang sudah mapan di Yogyakarta. Yogyakarta, kata Mensos, sudah dikenal dengan kekuatan industri kreatifnya. Ilmu yang sudah diperoleh agar dibawa dan diterapkan ke daerah masing-masing.

Khofifah juga mengajak para ibu-ibu meneladani semangat RA Kartini yang diperingati tiap 21 April. Menurut Mensos, RA Kartini telah memberikan referensi pada kaum perempuan untuk menjadi memberdayakan dirinya. Semasa hidup, RA Kartini pernah membangun penguatan ekonomi kaum perempuan pelaku seni ukir di Jepara.

“Saya mengajak ibu-ibu terus mengasah kemampuan dan keterampilan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Harapannya upaya yang ibu-ibu lakukan dapat membantu penguatan ekonomi keluarga keluarga sendiri dan pada saat yang sama juga dapat membantu orang lain,” tutur Mensos.

Mensos juga meninjau pameran dan berdialog dengan ibu-ibu kelompk UPPKS, serta membeli sejumlah barang kerajinan. Ia berharap kegiatan ini ke depan bisa digelar di tempat-tempat lain supaya dapat memberi penguatan kepada perempuan-perempuan di seluruh pelosok negeri.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...