RI Galang Soft Power Atasi Radikalisme

PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Arab Islamic-American Summit 2017 atau KTT Islam Arab-Amerika di Riyadh, Arab Saudi, hari ini. Acara forum negara-negara berpenduduk Islam dan Amerika Serikat (AS) itu bakal dihadiri 55 kepala negara/kepala pemerintahan.

Sesaat sebelum bertolak menuju Arab Saudi, Jokowi mengatakan kehadiran Indonesia di sana untuk memenuhi undangan dari tuan rumah.

“Memenuhi undangan yang langsung diberikan kepada saya dari utusan khusus Sri Baginda Raja Salman untuk menghadiri Arab Islamic-American Summit yang akan diselenggarakan besok,” tuturnya di Lanud Halim Perdanakusuma, kemarin.

Dalam forum itu, Presiden Jokowi akan memaparkan ihwal pentingnya menggunakan aksi nonkekerasan (soft power) untuk melawan radikalisme dan terorisme. Menurut dia, dunia internasional harus bekerja sama menangani akar masalah dari terorisme

“Arab Islamic-American Summit ini sangat penting bagi Indonesia karena akan dibahas kerja sama internasional untuk melawan radikalisme dan terorisme,” ucap Presiden.

Hal itu sesuai dengan amanat konstitusi, yakni Indonesia harus ikut serta secara aktif memelihara perdamaian dunia.

“Indonesia ingin ikut berkontribusi dalam upaya memelihara perdamaian dunia sesuai dengan konstitusi kita, termasuk kehadiran kita dalam forum ini,” ungkapnya.

Presiden pun berharap Arab Islamic-American Summit ini akan memberikan kontribusi nyata untuk membebaskan dunia dari ancaman radikalisme dan terorisme, serta dalam upaya bersama membangun perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Turut melepas keberangkatan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto.

Arab Saudi-AS
Dalam momentum KTT, kemarin, AS dan Arab Saudi mengikat kesepakatan senjata senilai US$110 miliar. Kesepakatan itu dicapai dalam kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke monarki itu sekaligus menjadi negeri pertama yang dikunjunginya sejak dilantik Februari lalu.

Kesepakatan itu merupakan satu dari sejumlah kesepakatan yang akan diumumkan selama kunjungan Trump ke Arab Saudi. Sebelumnya perusahaan General Electric juga telah mengikat perjanjian senilai US$15 miliar.

“Paket perlengkapan pertahanan dan layanan ini mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan wilayah Teluk dalam menghadapi ancaman Iran,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, kemarin.

Arab Saudi menjadi negara pertama yang dikunjungi Trump dalam lawatan delapan harinya. Setelah Arab Saudi, Trump akan mengunjungi Jerusalem, Vatikan, dan bertemu para pemimpin Eropa.

Saat tiba di Bandara Internasional King KHalid, Riyadh, kemarin, Trump dan istri, Melania Trump, disambut hangat Raja Salman. Ia dihadiahi medali Abdulaziz Al Saud, penghargaan sipil tertinggi di kerajaan itu. (AFP/Hde/X-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...