Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro
Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro - jitunews.com

Rayakan Sumpah Pemuda, Mayjen (Purn) Suharno Prawiro Ajak Pemuda Bekerja Lebih Keras

Menyongsong Indonesia Hebat dan juga menciptakan pemuda Indonesia yang hebat, rasanya sudahlah tepat momentum Hari Sumpah Pemuda dijadikan alarm guna merealisasikan hal tersebut. Maka menjadi sebuah renungan saat timbul pertanyaan Apa yang harus dilakukan pemuda Indonesia?

Bukanlah hal yang salah jika banyak pemuda di era mengisi kemerdekaan cenderung lalai seolah persaingan antar bangsa-bangsa tak lagi ada. Dan bukanlah suatu hal yang salah, jika banyak pemuda yang egois dalam meningkatkan diri semata-mata hanya untuk kepentingan pribadinya. Mengingat pemuda adalah tonggak dari penyokong bangsa di masa yang akan datang, menjadi sebuah hal penting agar kaum muda berkonsolidasi, membangun diri secara bersama agar tercipta sebuah negara yang hebat.

Bersama Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI Purn. DR. Ir. Suharno Prawiro, Jitunews.com mencoba menggali hal-hal postif yang mesti dikembangkan oleh pemuda Indonesia. Jitunews telah menemukan sosok yang pas guna menanyakan hal-hal kepemudaan kepada jenderal mantan staf ahli Panglima TNI itu.

Ada sebuah catatan bagus yang beliau jelaskan, tentang hal positif apa yang harus dilakukan pemuda dalam mengisi kemerdekaan. Meski beliau sendiri bertanya-tanya tentang apa kegiatan yang dilakukan pemuda Indonesia selama 24 jam. Apakah memikirkan keadaan bangsanya? Apakah memikirkan kesejahteraan rakyat? atau malah masa bodo dengan pola ‘gue-gue’- elu-elu’.

Hakikinya pemuda adalah sebagai pemegang estafet tongkat penerus pembangunan bangsa dan atau tonggak perubahan bangsa. Pemuda dapat melakukan suatu hal yang positif yang berguna bagi dirinya, komunitasnya, masyarakatnya, dan juga bangsanya. Suharno mengajak generasi muda untuk memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Generasi muda harus segera berbuat, dari yang kecil hingga yang berdampak besar (think local act global).

“Sehingga engkau akan tercatat dan dikenang dalam sejarah kehidupan bangsa ini karena telah banyak memberi manfaat. Pemuda Indonesia harus ber-AKSI lawan kemalasan, lawan kebodohan, lawan ketidakadilan, jadikan diri tiap-tiap pemuda Indonesia bermanfaat pada generasinya dan bangsanya, karena ‘PEMUDA INDONESIA HEBAT’,” imbau Suharno.

Berikut adalah wawancara lengkap antara Jitunews.com dengan Mayjen TNI Purn. DR. Ir. Suharno Prawiro.

JITUNEWS.COM: Apa makna Hari Sumpah Pemuda menurut bapak?

SUHARNO PRAWIRO: Sudah sepantasnya bagi pemuda yang hidup di era kemerdekaan, haruslah mengilhami para pemuda kala itu dengan mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya. Bekerja lebih sungguh-sungguh. Saya bagi hidup kita ke dalam tiga kelompok pembagian waktu yang 24 jam, yakni kerja, istirahat, dan tidur. Disebut sebagai pemuda yang mampu mengisi kemerdekaan jika delapan jam kerjanya dimaksimalkan dengan jalan enyelesaikan ataupun melakukan kerjaanya secara sungguh-sungguh. Tak hanya itu, pemuda yang sadar akan mengisi kemerdekaan mereka harus mengurangi waktu istirahat dan tidurnya menjadi masing-masing empat jam. Kelebihan delapan jam yang ada bisa dialokasikan untuk mengoptimalkan waktu bekerja yang delapan jam dan juga untuk berdoa, bermunajat kepada Tuhan yang Maha Esa. Jadi 2×8 jam saya tetapkan bagi pemuda untuk mengisi perjuangan di era kemerdekaan.

JITUNEWS.COM: Apa saja yang harus mereka harus lakukan?

SUHARNO PRAWIRO: Kalau pemuda era perjuangan tentu mengangkat senjata, lantaran jelas ada musuh di depan mata. Melihat posisi saya sebagai pembina sekaligus penasihat Rumah Aliansi Pemuda Indonesia Hebat (RAPIH), maka kegiatannya ialah yang bersifat kesenian ataupun pengembangan diri. Pemuda harus terbiasa melakukan hal kecil untuk terus dirintisnya hingga menjadi sebuah hal yang besar, yang hebat. Jika pemuda yang gemar berniaga, berdaganglah yang ulet, merintis dari kecil hingga besar. Dengan bahasa yang lain, pemuda harus merangsang dirinya untuk beradaptasi pada pengembangan karakter diri yang mau berjuang. Tidak setengah-setengah, melainkan sungguh-sungguh.

Lebih terpenting, pemuda juga harus melawan masalah gangguan-gangguan narkotika. Pemuda harus menyadari bahwa mereka adalah penerus bangsa, maka mereka bakal dijadikan sasaran untuk diserang kemudian dirusak, hingga akhirnya bangsa ini dipimpin oleh pribadi yang rusak. Untuk itu, jauhilah narkotika dengan sekuat tenaga dari jenisnya yang beragam. Sebab, nyata sudah bahwa narkotika sangatlah berbahaya. Sekali saja terperangkap, maka sulit untuk melepaskan diri. Jangan pula menjadi generasi yang hilang dari sejarah permbangunan bangsa, lantaran lebih dulu meragang nyawa karena narkotika.

JITUNEWS.COM: Bagaimana dengan seni yang nyata-nyata bukan asli Nusantara? Lalu, bagaimana meningkatkan nasionalisme?

SUHARNO PRAWIRO: Sebaiknya pemuda secara umum bisa menjaga, mempertahankan, dan melestarikan seni dan kebudayaan asli bangsa. Tapi tak masalah pula untuk bersimbiosa dengan kesenian-kesenian di luar jati diri bangsa. Mengingat beberapa budaya ataupun seni Indonesia juga terasimilasi oleh budaya asing macam, China, India, dan Arab. Meski demikian, pemuda harus memiliki kemampuan mengadopsi hal-hal asing yang memiliki nilai positif.

Hakekatnya nasionalisme itu ialah rasa kecintaan kepada negara, tapi tidak harus skalek nasionalisme itu. Terpenting adalah bagaimana menggiring bangsa ini ke titik-titik kemajuan yang lebih baik. Tidak mesti itu ‘No luar negeri’, sebab alamnya kini sifatnya global. Jadi tetaplah terbuka akan perkembangan zaman dan tidak mengurung diri atas hal-hal yang berbau asing. Tetapi, memang penting adanya untuk memberikan sebuah pengertian kepada pemuda, bagaimana meningkatkan rasa nasionalismenya. Tetapi bukan dengan jalan penekanan bahwa budaya asing itu tidak baik atau merusak.

JITUNEWS.COM: Soal kebakaran hutan atau kegiatan kemanusiaan lainnya, Apakah saatnya pemuda diberdayakan?

SUHARNO PRAWIRO: Kebakaran hutan dan luasan hutan kita sendiri itu luas sekali. Kemudian anatar huntan yang terbakar betulan karena alam dan yang dibakar harus bisa didefinisikan oleh pemerintah. Khusus bagi hutan yang sengaja dibakar, pemerintah harus bisa menegakkan proses hukumnya dengan tegas. Kalau membakar seperti apa pencegahan dan penindakannya. Mungkin peran pemuda bisa masuk pada pemberian imbauan dan edukasi kepada masyarakat bahwa membakar hutan besar dampak negatifnya. Kemudian bisa pula pemuda memberikan pengertian bahwa setiap lahan ataupun batang pohon yang dibakar harus diganti dengan melakukan penanaman pohon baru. Jadi tak hanay membakar, melainkan juga menanam. Tentu terpenting disamping itu pemerintah harus menyertainya dengan penegakan hukum yang tegas.

Kepemudaan mungkin bisa saja diberdayakan merespon kejadian-kejadian kemanusiaan nasional. Bisa nanti pemuda diajak melihat ke lokasi kejadian. TNI sudah terbiasa, tak ada latihan yah dikirim kesana untuk membantu. Mungkin saat ini pemuda bisa diberdayakan di ruang lingkup imbauan, tapi tak masalah juga jika pemuda bisa ikut melihat secara real gimana kondisi dilapangan. Bisa nangis mereka. Sejauh ini kan hanya yang ditepian saja mereka melihatnya. Sama seperti saat tragedi tsunami di Aceh, kala harus menggendong mayat-mayat yang mungkin kelengkapan jasad ataupun kondisi jasadnya sudah tidak normal.

JITUNEWS.COM: Harapan kepada pemuda kedepan dalam mengisi kemerdekaan dan melanjutkan semangat Sumpah Pemuda!

SUHARNO PRAWIRO: Pemuda Indonesia harus bekerja dan bekerja keras, harus 2×8 jam dan itu bekerja serius. Nanti biar kelihatan itu Indonesia, satu per satu pemudanya menjadi tren perubahan yang baik dan menularkan kepada yang lainnya tren tersebut. Sehingga terciptalah tujuan dari Indonesia Hebat.

Sumber : Jitunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...