Program Dana Desa Disebut Terasa Manfaatnya

PROGRAM dana desa diapresiasi sejumlah pihak. Program itu dinilai bisa jadi solusi mengatasi masalah pedesaan.

Kepala Desa Plosari, Kendal, Jawa Tengah, Suwardi, misalnya. Ia mengaku sangat senang dengan adanya Undang-Undang Desa yang jadi muasal hadirnya dana desa. Ia menyebut manfaat dana desa sangat dirasakan oleh masyarakat desa.

Menurut Suwardi, perjuangan mewujudkan adanya Undang-Undang Desa hingga harus berdemo ke DPR berbuah manis. Bagi dia, program itu bentuk penghargaan bagi warga Desa.

“Melalui Undang-undang ini, masyarakat Desa baru merasa diakui oleh negara. Karena dulu itu, masyarakat desa hanya merasa diakui oleh Kabupaten,” kata Suwardi ?dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9).

Anggota DPD RI, Akhmad Muqowam segendang seirama. Tapi, ia mengingatkan lahirnya UU Desa bukanlah janji politik dari Presiden Joko Widodo. Sebab, UU desa sudah ada sebelum Jokowi dilantik.

“UU Desa dibahas April 2012 dan disahkan 14 Januari 2014 oleh Presiden SBY saat itu,” ungkap Akhmad.

Akhmad Muqowan mengamini, sedari dulu, Desa memang jadi lokasi yang kurang mendapat apresiasi dari pemerintah. Padahal, kata dia, berdasarkan statistik, sebanyak 56% penduduk Indonesia ada di perkotaan bukan di pedesaan.

Namun, Akhmad mengingatkan mekanisme dana desa mesti terus diperbaiki. Terutama dalam hal pembinaan. Ia menilai, selama ini pemerintah terlalu fokus mengawasi, tapi lupa membina sumber daya manusia agar pengelolaan dana desa sesuai aturan.

“Pembinaan kurang, tapi diawasi terus menerus, kan cape,” ungkapnya. (MTVN/OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...