Presiden: Koperasi Harus Siap Berkompetisi

PRESIDEN Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (12/7), sekaligus membuka Kongres III Koperasi setelah dilaksanakan terakhir 64 tahun silam.

Jokowi pada kesempatan itu menyebutkan, persaingan negara-negara di dunia kian sengit, bahkan semua negara mengeluh mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. “Tapi pada G-20 yang saya hadiri di Jerman, negara kita berada diperingkat tiga terbaik,” tegasnya.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan, agar tidak berbangga hati. Karena masalah kemiskinan, ketimpangan sosial jadi pekerjaan rumah yang sangat berat. Ia pun mengingatkan agar rakyat tidak membuang tenaga dan pikiran habis untuk hal-hal yang tidak produktif.

“Misalnya mencela sesama warga negara, menfitnah, kabar bohong, saling menyalahkan. Jika ini kita tinggalkan, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik,” kata Jokowi.

Untuk koperasi di Indonesia, berdasarkan laporan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga, kontribusi koperasi meningkat jadi 3,99% terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 2013 yang hanya 1,71%. Juga rasio kewirausahaan yang tadinya hanya 1,55% naik jadi 3,01%.

Menanggapi itu, Jokowi mengatakan sumbangan koperasi di Indonesia memang naik dua kali lipat, tapi dibandingkan negara lain seperti Prancis, Belanda masih kalah jauh. Koperasi di negara-negara itu memberi kontribusi ke PDB negaranya hingga 18%. Di Selandia Baru bahkan sampai 20%.

“Kita selalu bilang, soko guru perekonomian kita adalah koperasi, sehingga memang harus dikembangkan. Banyak koperasi yang sudah baik di Indonesia harus jadi contoh. Koperasi harus bersaing. Jika perusahaan swasta bisa berkembang, koperasi juga harus bisa,” urai Jokowi.

Karenanya, sesuai dengan tema hari koperasi kali ini, ‘Koperasi menuju pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan untuk memperkokoh NKRI’, Jokowi mengajak untuk menggelorakan kembali semangat reformasi koperasi, agar bisa bersaing dengan korporasi, swasta dan BUMN.

“Kita butuh kecepatan, kegesitan dan inovasi. Harus bisa berkompetisi dengan cepat. Jangan takut. Kita ingin koperasi jadi instutusi yang kuat, institusi utama pemerataan ekonomi,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid menyebutkan, secara nasional, nasional, koperasi menunjukkan peran maksimal menopang kebutuhan anggotanya yang saat ini lebih dari 37 juta orang.

“Itu dibarengi dengan kualitas koperasi yang kian membaik. Hingga kini ada sekitar 61 ribu unit koperasi yang dibekukan, sedangkan yang aktif sekitar 152 ribu tersebar di pelosok Tanah Air,” ungkap Nurdin.

Sampai 2017, volume usaha koperasi Indonesia telah mencapai Rp266 miliar, dengan modal sendiri Rp142 miliar dan SHU Rp17 miliar. (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...