Presiden kembali Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

PRESIDEN Joko Widodo menekankan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia tentang pentingnya persatuan agar bangsa dan negara tetap aman serta damai.

“Kita harus sadar, negara kita negara besar. Harus diingat, paling penting kita harus bersatu. Tidak boleh ada gesekan sekecil apa pun,” tegas Presiden Jokowi saat menyerahkan 10.038 sertifikat hak atas tanah program strategis nasional kepada warga Jawa Timur di Lapangan Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5).

Presiden mengingatkan kembali Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 17 ribu pulau, 516 kabupaten/kota, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa lokal. Potensi besar yang dimiliki Indonesia itu tidak bisa disamai oleh negara mana pun di dunia ini.

Presiden pun menyebut potensi besar yang dimiliki Indonesia sudah menjadi takdir Tuhan.

“Ini sudah menjadi takdir Allah, hukum Allah. Yang penting kita harus bersatu, harus rukun. Tidak boleh ada gesekan sekecil apa pun,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden memuji kondisi keamanan yang kondusif di Jatim.

“Alhamdulillah Jatim aman dan tenteram karena masyarakatnya menyadari kita satu, kita menyadari semuanya memang satu bangsa, satu negara, sebangsa dan setanah air,” tutur Presiden disambut tepuk tangan warga penerima sertifikat.

Saat menyerahkan sertifikat kepada warga Jatim, Presiden meminta warga mengangkat sertifikat yang sudah diterimakan. Hal itu untuk mengecek sekaligus memastikan bahwa masing-masing warga sudah memiliki sertifikat, sehingga tidak hanya seremonial saja yang ditunjukkan.

“Semua sertifikat diangkat, jangan turunkan dulu, akan saya hitung. Kalau tidak dihitung, jangan-jangan hanya seremonial saja, yang ditunjukkan hanya 12 sertifikat. Saya ingin rakyat punya sertifikat,” tegasnya.

Setelah memastikan seluruh warga memegang sertifikat, Presiden mengungkapkan seharusnya secara nasional sudah tercapai 126 juta sertifikat diserahkan ke rakyat. Namun, program masih berkelanjutan, sekarang memang baru tercapai 46 juta sertifikat melalui program strategis nasional.

Tahun ini, kata Jokowi, harus tercapai 5 juta sertifikat, dan tahun berikutnya terus bertambah menjadi 7 juta hingga 9 juta sertifikat serupa. Di Jatim sendiri bakal direalisasikan lagi 500 ribu sertifikat bagi warga.

“Kenapa sertifikat ini penting, saat saya mengunjungi 34 provinsi dan 516 kabupaten/kota, selalu ketemu warga di desa dan kampung, rakyat selalu mengeluh sengketa tanah dengan pemerintah dan perusahaan,” imbuhnya.

Terjadinya sengketa, lanjut Presiden, karena tanah yang diduduki rakyat kendati sudah selama 20 tahun sampai 50 tahun sekali pun, tapi mereka tidak memiliki surat yang sah atau legal secara hukum. Kebanyakan yang mereka miliki hanya surat tanah Letter C, Letter D bahkan surat keterangan kepala desa.

“Surat tanah Letter C, Letter D dan surat keterangan kepala desa itu bukan hak hukum, jadi harus hati-hati.”

Presiden menyontohkan kasus di Jakarta, satu bidang tanah tapi ada tiga orang yang sama-sama mengaku sebagai pemiliknya. Dengan begitu bisa memicu konflik dengan saudara dan antarwarga.

“Sertifikat tanah itu tanda bukti hak. Ini hak hukum,” tukasnya. (OL-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...