Presiden Instruksikan BUMN ‘Jual Aset’ untuk Biayai Infrastruktur

PRESIDEN Joko Widodo menyarankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan sekuritisasi aset agar bisa mendapat dana segar yang akan digunakan lagi untuk membiayai pembangunan infrastruktur lainnya.

Jokowi mengatakan saat ini bukan saatnya lagi bagi BUMN untuk terus menyimpan aset yang telah dibangunnya. Dia mencontohkan, banyak BUMN yang memiliki aset berupa jalan tol dan terus memilikinya sehingga mendapat pemasukan setiap bulan. Akibatnya, BUMN kerap kekurangan dana untuk melakukan investasi berupa pembangunan infrastruktur lainnya.

“Kalau sudah bangun tol, segera dijual. Sekuritisasi untuk misalnya bangun habis Rp10 triliun, dijual jadi Rp30 triliun. Bisa bangun di tempat lain. Jual lagi jadi 10x lipat. Dulu BUMN kita senangnya memiliki, kalau sudah bangun terus dimiliki. Setiap bulan dapat income. Itu sudah kuno, Pelabuhan juga sama, dijual dalam kurun waktu tertentu nanti balik lagi ke kita.Inilah proses-proses yang harus kita ubah semuanya,” ujarnya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017 di Jakarta, Rabu (26/4).

Bila tidak dengan jalan ini, Presiden pesimistis pembangunan infrastruktur bisa berjalan sesuai target. Pasalnya, kebutuhan dana untuk membangun infrastruktur selama lima tahun yang mencapai Rp5.500 triliun. Sedangkan, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hanya sanggup membiayai sebesar Rp1.500 triliun.

“Sisanya dari investasi, tidak ada jalan lain kecuali investasi mendapatkan investor,” pungkasnya. (OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...