Presiden ingin Pengelolaan Hutan untuk Peningkatan Ekonomi Nasional

PRESIDEN Joko Widodo mengimbau agar pengelolaan hutan dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Hal itu ia ungkapkan dalam acara pembukaan rapat kerja nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8).

“Perlu ada strategi besar pembangunan hutan yang memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan,” ujar Jokowi.

Jokowi menyarankan Indonesia bisa mencontoh Swedia dan Finlandia dalam hal mengelola hutan. Menurutnya, kedua negara tersebut berhasil menjaga hutan mereka sambil mengelola hutan tersebut sebagai penopang ekonomi negara. Hal ini menurutnya belum terjadi di Indonesia.

“(Sebanyak) 70%-80% ekonomi Finladia berjalan karena pengelolaan hutan yang baik. Di copy saja, disesuaikam dengan kondisi hutan kita sehingga ekonomi dapat, lingkungan juga terjaga,” jelasnya.

Menurut Jokowi, Indonesia masih perlu melakukan terobosan dalam pengelolaan hutan dan lingkungan. Ia meminta agar KLHK meninggalkan cara-cara lama dalam mengelola hutan sehingga bisa mendukung perekonomian warga di sekitarnya dan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Tidak pernah memberikan terobosan sehingga sekian tahun ini pengelolaan hutan kita berada di posisi tanpa pembaruan. Jangan berpikir linear,” kritiknya.

Selain itu, presiden juga mengingatkan, agar jangan ada lagi program pengelolaan hutan yang berorientasi terhadap proyek. KLHK wajib berfokus pada pengembangan kawasan dan wilayah.

“Fokus ke daerah, dilokalisasi, lalu dijadikan contoh agar yang lain meniru. Sudah terlalu lama kita berorientasi terhadap proyek, akan saya pantau terus. Hati-hati,” ucapnya. (OL-6)

Sumber Mediaindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...