PKH Sukses Dongkrak Kenaikan IPM

PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). status pembangunan manusia di Indonesia sekarang ini telah meningkat dari sedang menjadi tinggi terutama pada 2016 tumbuh sebesar 0,91% dibandingkan 2015.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa telah menyalurkan dana senilai Rp259 miliar diperuntukan untuk di Kabupaten Tasikmalaya. 5.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18% atau meningkat 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada 2015 yang sebesar 69,55%.

“Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi telah berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia. Karena, komponen pembentuk IPM telah mengalami peningkatan terutama Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,90 tahun, meningkat 0,12 tahun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Tasikmalaya, Minggu (30/4). Pada kesempatan itu Mensos juga menjelaskan kementeriannya telah menyalurkan dana senilai Rp259 miliar untuk Kabupaten Tasikmalaya pada program ini.

Khofifah mengatakan, komponen pembentuk IPM telah mengalami peningkatan terutama pada bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,90 tahun, meningkat 0,12 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan sekarang ini, anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,72 tahun, meningkat 0,17 tahun dibandingkan pada 2015. Sementara, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun, meningkat 0,11 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk pengeluaran per kapita masyarakat juga mencapai Rp10,42 juta di 2016 atau meningkat Rp270 ribu rupiah dibandingkan 2015. Intervensi yang dilakukan PKH sejak anak masih dalam kandungan, dimana selama kehamilan, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan. Ini untuk mencegah bayi tidak normal atau kematian bayi. Alhamdulillah cara ini mampu mendongkrak peluang hidup bayi,” tuturnya.

Khofifah mengungkapkan, di bidang pendidikan, anak keluarga penerima manfaat (KPM) PKH wajib untuk bersekolah di berbagai level mulai dari pendidikan, dari SD hingga SMA/SMK tetapi persyaratan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten guna keberlanjutan memeroleh bantuan.

“Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat terlebih pada 2017. Karena, bantuan sosial disalurkan secara non tunai tetapi di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM. Sedangkan, awal Juni 2017 bansos PKH non tunai akan menjangkau 514 kabupaten/kota. Sebelumnya, terobosan penyaluran bansos ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten,” paparnya.

Selain itu, Khofifah mengatakan di tahun 2017 Kabupaten Tasikmalaya telah menerima bantuan sosial senilai Rp259,1 miliar tetapi bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai untuk berjumlah 47.820 keluarga, beras sejahtera (Rastra) untuk 125.555 keluarga, bansos keserasian sosial untuk 2 desa/ forum, bansos disabilitas bagi 148 jiwa, dan bansos lansia bagi 90 jiwa.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...