Permasalahan Kepemimpinan Dan Upaya Untuk Mengatasinya, Peluang Bagi Partai Republik Untuk Memenangkan Persaingan

Bahwa telah dirasakan bersama terjadinya suatu “turbulensi” di negeri kita, sehngga dikhawatirkan upaya-upaya yang dilakukan dengann susah payah untuk membangun kemampuan termasuk pembangunan daya saing, menjadi terhambat. Banyak faktor yang menjadi penyebab namun ada satu faktor mendasar yang menjadikan permasalahan itu terjadi, yaitu kegagalan para Pimpinan “at any level” dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin. Fakta yang terjadi adalah sebagian Pimpinan yang terpilih dengan mekanisme yang benar, ternyata menjadi problem bagi bangsa ini. Sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia mendapatkan berita yang tidak menyenangan sehubungan dengan terjadinya berbagai permasalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi, namun terjadi karena kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mereka yang menjadi Pimpinan. Sehingga tak heran jika cukup banyak Pimpinan di negeri kita yang dalam masa jabatannya atau di akhir masa jabatannya menemui tragedy. Fakta yang terjadi sebagaimana dapat disimak di tabel di bawah ini.

permasalahan-kepemimpinan-dan-upaya-untuk-mengatasinya

Angka tersebut apabila dihadapkan dengan “fenomena gunung es”, maka yang belum “ketahua” masih ada 5 x dari yang sudah muncul dan diproses pengadilan. Jadi masih ada sekitar 2000 Pemimpin lagi yang bekumm ketahuan korupsi. Jelas dapat diterima akal sehat bahwa pendidikan Kepemimpinan (Leadership) di Indonesia teah gagal total. Hal inilah yang sangat memprihatinkan bagi mereka-mereka yang masih cinta kepada Bangsa dan Negara Indonesia.

Dengan kondisi seperti ini berbagai permasalahan bangsa ini menjadi bertumpuk dan tidak menutup kemungkinan untuk timbulnya permasalahan baru yang akan sangat membebani bangsa ini. Karena mereka yang ditunjuk atau tepatnya terpilih untuk menjadi Pemimpin ternyata tidak memiliki ilmu kepemimpinan (leadership), sebagian dari mereka hanya sibuk membangun benteng kekuasaan dengan permainan citra. Sebagai kelanjutannya permasalahan bangsa diselesaikan dengan cara-cara yang tidak benar, yaitu dengan retorika, iklan di media massa, atau dengan statement-statement, dengan cara itu seolah-olah masalah telah terselesaikan.

Harapan dari saya dengan adanya tulisan tentang kepemimpinan, dapat meningkat menjadi keinginan untuk mempelajari kepemiminan bagi yang membacanya. Apabila kondisi tersebut dapat tercipta saya kira Partai Republik harus dapat menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan (leadership mastery) terutama bagi para kader-kadernya, sehingga Partai Republik dapat menyatakan diri sebagai Centre of Excellent for Leadership Mastery. Dengan demikian partai Republik dapat menunjukkan kepada rakyat dan bangsa Indonesia bahwa telah benar-benar berbuat hal yang bernikai strategis bagi kepentingan Bangsa dan Negara.

Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen

One comment

  1. kepemimpinan adalah syarat mutlak kejayaan bangsa dan negara.
    seperti dikutip dalam kisah khalifah ali bin abi thalib saat di tanya oleh sekelompok orang. wahai Ali kenapa di zaman kepemimpinan anda muncul banyak fitnah kekacauan huru hara, sedang di zaman abu bakar, umar, utsman aman damai tentram tidak begitu bergejolak penuh polemik dll???
    maka Ali karomallah wajhahu menjawab: IYA, Abubakar, Umar, Utsman MEMIMPIN Ali. sedangkan aku Ali MEMIMPIN orang macam kalian.
    sebuah jawaban betapa pendidikan kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat vital.
    terima kasih kepada bapak marsekal Juwono K, yang mengingatkan kita dan berusaha membangkitkan kepemimpinan.
    kami staff sekretariat atas nama DPP partai republik menanti petunjuk dan arahan Bapak, untuk diskusi bersama dalam rangka membangun LEADERSHIP CENTRE.
    terima kasih, salam hormat
    Kastaff sekretariat
    Achmad Noor Cholis ST. MT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mencari Keadilan, Partai Republik Sambangi Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, REPUBLIK – Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menyambangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) ...