Perizinan akan Terus Disederhanakan

PRESIDEN Joko Widodo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menyederhanakan perizinan dan meningkatkan indeks kemudahan berusaha.

“Ini (perizinan) akan terus kita sederhanakan sehingga semua berjalan dengan cepat. Sekarang bukan negara besar yang mengalahkan negara kecil, melainkan negara yang cepat yang akan mengalahkan yang lambat,” ujar Presiden Jokowi pada acara Seminar Internasional Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), kemarin (Jumat, 8/9).

Presiden menargetkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia berada pada posisi ke-40 dari posisi saat ini ke-90 yang dinilai masih terlampau jauh walaupun ada peningkatan dari sebelumnya menduduki peringkat ke-106 pada 2016.

Untuk itu, pemerintah akan memangkas peraturan yang menghambat atau sistem lama yang sudah tidak relevan lagi di tengah era serbacepat dan momentum yang saat ini dinilai tepat.

Kepala Negara menyebutkan predikat investment grade alias layak investasi yang baru-baru ini diberikan lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s menjadi momentum bagi Indonesia menjaring investasi.

Jokowi juga mengatakan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menempatkan Indonesia pada peringkat pertama terkait dengan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga menjadi momentum yang perlu dimanfaatkan.

“Kalau melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik, sedangkan negara lain dan ekonomi dunia semua lambat dan tidak baik. Di negara G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan tiga besar setelah India dan Tiongkok. Itu patut disyukuri,” ucap Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta notaris agar turut berperan mendukung kecepatan dan kemudahan berbisnis. “Saya minta bertemu dengan Ikatan Notaris Indonesia untuk menyelesaikan dan melihat regulasi mana yang mengganggu dan bisa dihilangkan sehingga kecepatan itu betul-betul ada,” ucap Jokowi yang disambut tepuk riuh ribuan peserta.

Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum dan HAM Freddy Harris mengatakan ada 14 ribu notaris saat ini di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, ia berharap ada pengaturan yang tertib, termasuk tertib administrasi dari para notaris.

Ketua Umum INI Yuanita Widyadari mengatakan seminar internasional ini dihadiri 1.000 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan enam negara anggota Komisi Asia Ikatan Notaris Internasional, yakni Indonesia, Mongolia, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, dan Tiongkok.(Nur/RS/X-10)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...