Perbaikan Jalan Sumsel Fokus di Jalintim

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan mulai menginventarisasi jalan-jalan rusak untuk persiapan menghadapi arus mudik Lebaran, tahun ini.

Dengan alasan keterbatasan dana, perbaikan jalan difokuskan pada jalur lintas timur (jalintim) yang banyak dilalui pemudik.

Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel Joko Imam Sentosa menyebutkan kerusakan jalan telah menyebar di 268 titik dan tidak sepenuhnya menjadi kewenangan pemprov.

“Juga ada kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dan kabupaten/kota. Kerusakannya juga menyebar,” katanya, kemarin.

Kerusakan terlihat di jalan lintas timur (jalintim), terutama di Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.

Semuanya jalan lintas yang biasa dilalui pemudik. Saat ini sebagian jalan rusak sudah mulai diperbaiki dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Ucok Hidayat 268 titik jalan itu mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan secepatnya.

“Itu jadi skala prioritas dan tentu menyesuaikan dengan anggaran,” katanya.

Kepala BBPJN V Zamharir Basyuni mengatakan, pihaknya akan fokus memperbaiki jalan di ruas jalintim karena banyak dilalui kendaraan pemudik.

“Mulai Batas Lampung (Pematang Panggang) sampai Batas Jambi,” sebutnya.

Namun, perbaikan itu hanya bersifat fungsional karena anggaran terbatas.

Ia mengaku hanya memiliki dana Rp88 miliar dari kebutuhan Rp600 miliar.

“Inilah sebabnya perbaikan sifatnya fungsional. Yang penting tidak rusak dan bisa dilalui terutama saat mudik.”

Dalam waktu yang sama, pihaknya juga mengerjakan perbaikan jalan kota dan infrastruktur penunjang Asian Games seperti jembatan dan fly over.

Untuk jalan lain seperti jalur lintas tengah (jalinten), jalur lintas Sumatra (jalinsum), perbaikan akan dilakukan di ruas jalan yang sudah ditetapkan paket perbaikannya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi memastikan pembetonan ruas jalan sepanjang 2,5 km yang menghubungkan Kampung Sinetama dengan Duren Gede di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Jabar, akan segera dilakukan.

“Insya Allah, ruas jalan itu akan dibangun dengan cara dicor dengan beton,” terang Agus.

Rencana itu dalam proses penyelesaian lelang. Nilai anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1,5 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi 2017.

Tol Jatim

BBPJN VIII Kementerian PU-Pera memastikan ruas tol yang ada di Jawa Timur bisa difungsikan pada H-7 Lebaran.

“Kondisi tol secara umum sudah baik. Beberapa ruas sudah dibeton. Ada juga yang masih urukan, melewatinya seperti off road,” kata Kepala BBPJN VIII Ketut Darmawahana di Surabaya.

Ruas yang dioperasikan ialah Tol Solo-Ngawi 90,27 km dan Ngawi-Kertosono 86,90 km.

Pemudik dapat melewatinya pada 19-25 Juni 2017 dan arus balik 26 Juni-2 Juli 2017.

Terkait dengan Trans-Sumatra, Staf Khusus Menteri PU-Pera Suhendra Ratu Prawiranegara memastikan Tol Trans-Sumatra jalur gate to gate (GTG) Lematang-Kota Baru sepanjang 13 km di Kabupaten Lampung Selatan, akan difungsikan sebagai jalur alternatif mudik.

“Bukan sebagai jalan utama ya,” kata dia, Kamis (27/4) lalu.

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...