Penyandang Tuna Netra di Bandung Dirikan Koperasi

PENYANDANG tuna netra di Kota Bandung mendirikan koperasi makanan dan minuman di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna sebagai sarana belajar praktik berwirausaha.

“Kami mendirikan ini untuk menjadikan kami mampu berdiri sendiri. Meski mengalami keterbatasan fisik, kami tidak kalah oleh kondisi,” ujar salah satu pengurus koperasi, Rian Rianto (25) saat ditemui di PSBN Wyata Guna Kota Bandung, Rabu (26/7).

Rian menceritakan, didirikannya koperasi yang dinamai 52 Netra ini bermula saat ia bersama ke-12 temannya yang sama-sama penyandang tuna netra sering berkumpul di ruangan yang tidak terpakai di sudut gedung Wyata Guna. Ruangan itu tidak difungsikan, sehingga ia bersama Jaelani (22) dan Elda
Fahmi (17) tergerak untuk mengubah wajah ruangan yang berukuran 3×5 menjadi area perekonomian pada 2015.

Selain itu, pihak Wyata Guna juga menyambut baik keinginan mereka, dan mempersilakan untuk memanfaatkan ruangan tersebut. Ketiga orang itu kemudian mengajak sesam penyandang disabilitas yang biasa berkumpul untuk mendonasikan uangnya sebagai modal awal Koperasi 52 Netra.

“Awalnya kami ‘udunan’ Rp15.000 per orang dan terkumpul Rp1,5 juta yang digunakan sebagai modal awal,” kata dia. Untuk tahap awal, mereka hanya menjual makanan, minuman ringan, serta rokok. Namun karena banyak permintaan dari warga sekitar yang menanyakan bumbu-bumbu kebutuhan dapur, akhirnya mereka menambah jenis barang dagangan.

Bukan tanpa hambatan saat pertama kali menyediakan berbagai kebutuhan barang dagangan, di tengah-tengah keterbatasan fisik serta kondisi pasar yang jauh, ia mencoba meminta dari warung ke warung kelontong untuk menjadi penyuplai barang bagi koperasinya.

“Ada yang nolak, tapi akhirnya ada juga yang mau menyuplai di daerah Cicendo. Tapi awalnya dia ‘ga’ mau ‘nganterin’, tapi saya bilang, ‘da gimana ga’ ada kendaraan, akhirnya pemilik warung mau. ‘Sampe’ sekarang jadi ‘dianterin’,” kata dia.

Setiap hari, koperasi ini dijaga oleh tiga orang secara bergiliran. Jika, salah satu sedang sekolah, maka anggota lainnya akan bergantian berjaga. Meski tidak sekomplet warung biasanya, namun penghasilan per hari koperasi ini bisa mencapai Rp500.000. Jumlah itu terhitung besar jika dibandingkan dengan kondisi tempat yang berada di dalam area PSBN Wyata Guna yang tergolong sepi.

“Penghasilan kita terbantu kalau ada acara di GOR Padjadjaran. Biasanya orang-orang parkir di Wyata Guna dan suka ke sini,” katanya.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...