Pemilu 2019, Ajang Rematch Jokowi-Prabowo

BANYAKNYA dukungan yang mengalir kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden di 2019 dipandang Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng sebagai hal yang wajar.

Ia pun memprediksi gelaran pemilihan presiden (pilpres) pada 2019 mendatang lebih kepada pertandingan ulangan (rematch) dari pemilu sebelumnya antara Jokowi dan Prabowo.

“Saya melihat 2019 bisa dikatakan sebagai rematch antara Jokowi dan Prabowo. Keduanya bisa dipastikan menjadi finalis dari pemilu 2019 nanti,” ujar Rizal saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (9/8).

Sebelumnya dukungan dini untuk Jokowi agar maju kembali pada pencalonan presiden di 2019 sudah terdengar meski baru pertengahan 2017 ini. Dukungan tersebut mulai dari sejumlah partai pendukung pemerintah, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe, bahkan dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Rizal memandang bahwa dukungan tersebut bila memang menjadi sebuah kenyataan tidak akan menjadi sebuah persoalan. Salah satu sebabnya karena 2019 sudah sebentar lagi sehingga parpol juga sudah mulai melakukan persiapan yang dibutuhkan untuk menghadapi hajat demokrasi itu.

“Misalnya saja saat ini PKS sedang pendekatan ke Demokrat, yang mana itu bagus dan sudah mulai terlihat polanya. Pertanyaan besarnya justru terletak pada apakah hanya dua calon pasang atau tiga pasangan calon presiden pada 2019 nanti,” ungkap Rizal.

Ia memandang adanya calon ketiga masih dimungkinkan mengingat saat ini batasnya masih 20% dan tidak jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya. Rizal menilai calon ketiga bila memang ada akan sulit menang dan bersaing dengan kedua calon senior yang ada.

Meski begitu hal tersebut bisa saja dilakukan sebagai bagian dari strategi pemilu 2024 nanti, sebab untuk menjadi presiden memang dibutuhkan persiapan yang panjang.

“Pasangan ketiga itu kita juga tidak tahu seperti apa, bisa jadi hanya pelengkap atau mungkin hanya sekadar mencoba-coba atau bahkan mencari posisi baru. Dia tampil bukan untuk menang, tapi untuk lebih kepada positioning yang sasarannya 2024. Itu merupakan strategi dan memang dimungkinkan secara politik,” ujar Rizal. (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...