Pemerintah Pangkas Subsidi Pupuk pada Tahun Depan

Pemerintah akan menurunkan anggaran subsidi pupuk pada tahun depan. Direktur Pupuk dan Pestisida Firektorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Muhrizal Sarwani mengungkapkan, pada 2018, alokasi dana untuk penyediaan subsidi pupuk dicanangkan sebesar Rp28 triliun, lebih kecil dari tahun ini yang mencapai Rp31,33 triliun.

Kendati mengalami pengurangan anggaran, ia menyebutkan volume pengadaan pupuk tidak akan dipangkas.

Muhrizal menjelaskan, Kementerian Pertanian dapat memangkas dana subsidi pupuk tanpa mengurangi volume karena kebijakan pemerintah terkait harga gas untuk industri pupuk.

Pada awal tahun ini, pemerintah, melalui Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu telah menurunkan harga gas bagi industri pupuk, baja, dan petrokimia menjadi 6 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu).

“Dengan peraturan terbaru itu, harga untuk produksi pupuk bisa ditekan. Anggaran bisa dikurangi,” terang Muhrizal kepada Media Indonesia, Selasa (11/7).

Volume pengadaan pupuk subsidi pada tahun depan dicanangkan sebesar 8,55 juta ton plus 1 juta ton sebagai pencadangan. Angka tersebut tidak berbeda dengan tahun ini.

Adapun, Muhrizal menyebutkan, hingga Juni, pemerintah telah melakukan penyerapan sebesar 50% terhadap alokasi pupuk subsidi yang dianggarkan.

Dengan adanya program pubuk bersubsidi, petani cukup membayar Rp1.790 per kilogram (kg) untuk jenis pupuk urea. Sedangkan, jika tanpa program subsidi, harga urea di pasar mencapai Rp4.800 per kg.

“Pemerintah memberi subsidi Rp 3.010 per kilogram,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam program pupuk bersubsidi, ada beberapa sektor pertanian yang dilayani antara lain tanaman pangan yang terdiri dari komoditas padi, jagung, dan kedelai.

Untuk tanaman hortikultura, komoditas yang mendapatkan subsidi pupuk ialah aneka cabai dan bawang merah, sedangkan di sektor perkebunan yaitu tanaman tebu dan kelapa sawit.

Diharapkan program pupuk bersubsidi akan memberi jaminan ketersediaan pupuk, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, dan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian. (OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...