Pemerintah Genjot Populasi Sapi dan Kerbau

KEMENTERIAN Pertanian menjalin kerja sama dengan TNI guna meningkatkan populasi sapi dan kerbau serta mencapai swasembada daging.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan TNI untuk menggerakkan peternak dan petugas teknis dalam rangka melaksanakan program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab).

“Kedua pihak juga akan melakukan pendampingan kegiatan Upsus Siwab dalam rangka pengembangan sapi dan kerbau, terutama untuk pengembangan perbibitan sapi brahman cross eks impor yang ada di Aceh, Sumatra Utara, dan Riau,” ujar Ketut seusai penandatanganan MoU di Kantor Kementan, Jumat (28/4).

Ia mengatakan peternak desa harus dikawal dengan baik, terutama adanya pencatatan tentang kondisi sapi indukan seperti jumlah anak sapi yang lahir atau mati, penyebab kematian, dan penyebab turunnya populasi sapi indukan yang diberikan pemerintah.

Hal itu harus dipertanggungjawabkan.

Kementan mencatat total pengadaan sapi pada 2016 sebanyak 15.824 ekor dengan rincian sapi indukan impor 4.397 ekor dan indukan lokal 11.427 ekor.

Tiga provinsi yang difokuskan dalam program Upsus Siwab yakni Aceh mendapat alokasi indukan impor 250 ekor, Sumatra Utara 1.100 ekor, dan Riau 375 ekor.

Upsus Siwab merupakan program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara masif dan serentak melalui pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan inseminasi buatan (IB) dan kawin alam, pemenuhan semen beku dan nitrogen cair, pengendalian pemotongan sapi/kerbau betina produktif dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

Butuh insentif

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan pemerintah perlu menurunkan harga bakalan guna menjamin kesejahteraan peternak.

“Pemerintah juga harus memberikan lebih banyak insentif, seperti pakan yang murah karena 70% biaya produksi sapi itu ada di pakan,” ujar Herman dalam dialog yang diselenggarakan Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi di Jakarta, kemarin.

Sebelum masuk ke feedloter, harga jual sapi bakalan dengan berat 250 kilogram mencapai Rp13 juta per ekor.

Setelah proses penggemukan minimal empat bulan dan mengalami kenaikan berat badan hingga 450 kg, harga bakalan pun naik hingga Rp18 juta.

Setelah dikonversi, harga bakalan mencapai Rp52 ribu per kg.

Angka itu jauh di atas harga beberapa tahun lalu sebesar Rp35 ribu. (Pra/Ant/E-1)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...