Peluang Jualan Mie Bakso di Rusia

BERADA di negeri orang untuk jangka waktu yang cukup lama tentu merindukan makanan asal Indonesia. Ini dirasakan Hari, salah satu mahasiswa Indonesia di Moscow, Rusia. Bahkan, menurutnya, boleh percaya atau tidak, masalah makanan Indonesia ini bisa memicu konflik di antara mereka.

“Kalau ada yang bawain kita mie instan dari Indonesia, jangan sampai ketahuan teman. Bisa ribut kita,” canda Hari yang segera menyelesaikan S3-nya saat bertemu Media Indonesia di Moscow, Rusia, akhir pekan lalu.

Bisa dimaklumi, jika mahasiswa Indonesia sulit mendapatkan makanan khas Indonesia di Negeri Beruang Merah itu. Jangankan, produk mie instan favorit anak kos, sayuran segar dan buah-buahan tropis juga tergolong mahal. Bisa bayangkan, jika harga buah mangga di Indonesia sekitar 15.000 per kilogram atau sekitar 2-3 buah, di Moscow satu buah mangga dihargai Rp100 ribu.

Bukan tanpa alasan jika harga kebutuhan pangan di Moscow tergolong mahal. Ini merupakan konsekuensi Rusia yang melakukan aksi balasan atas sanksi embargo oleh Negara Barat terkait konflik dengan Ukraina pada 2014.

Rusia yang selama ini mengandalkan impor bahan pangan dari negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat kini mengalihkan impor dari negara-negara Asia. Dalam tiga tahun terakhir Rusia membutuhkan impor bahan pangan rata-rata senilai US$39,85 miliar.

Tentu saja bagi Indonesia in imerupakan peluang, apalagi cita rasa masyarakat Rusia tidak jauh berbeda dengan Indonesia, seperti sup borscht khas Rusia yang berbahan dasar buah bit dan irisan daging ternyata rasanya mendekati soto ayam segar dengan perasan jeruk nipis.

“Pasar untuk memenuhi kebutuhan makanan di Rusia ini sangat besar. Indonesia jangan kalah dengan Vietnam dan Korea Selatan yang lebih dulu mengisi pasar Rusia,” ujar Duta Besar RI untuk Rusia, M Wahid Supriyadi.

Untuk membuktikan bahwa Vietnam sudah masuk pasar Rusia, Media Indonesia mendatangi pasar Danilovsky, Moscow yang berjarak 30 menit dari kantor Kedubes RI di Rusia.

Ternyata, di dalam pasar modern yang menjajakan bahan pangan segar, seperti sayur, buah, daging dan ikan laut, terdapat kedai mie kuah Vietnam. Antrian panjang menjadi pemandangan utama di kedai yang dilayani oleh warga negara Vietnam, bahkan pada jam istirahat kerja, antrian bisa mencapai 1 jam.

“Orang Rusia ini suka makan dan ini sebenarnya peluang jika ada pengusaha restoran mau buka di Rusia. Gak usah yang aneh-aneh masakannya, jual bakso malang aja pasti laris di sini,” kata Atase Perdagangan Heryono Hadi Prasetyo.

Ayo, siapa tertarik buka warung bakso di Rusia? (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...