Peluang Ekspor Ikan ke Tiongkok Terbuka Lebar

PELUANG Indonesia untuk mengekspor ikan dan hasil laut lainnya ke Tiongkok masih terbuka lebar. Raksasa ekonomi Asia itu hingga kini masih terus kekurangan ikan lantaran permintaan yang tinggi sementara hasil tangkapan pelaut mereka belum memenuhi kebutuhan.

Managing Director Fujian Ming Cheng Fishmarket Andy Lin mengatakan perusahaan yang dipimpinnya hingga kini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan ikan masyarakat Tiongkok.

“Kami hanya mampu memenuhi 50% dari total kebutuhan di dalam negeri. Kami selalu kehabisan stok ikan,” ujarnya saat menerima kunjungan wartawan Asia Tenggara, termasuk Media Indonesia, ke Mandy Group, sebuah perusahaan cold storage terbesar di Fujian, Tiongkok, Selasa, (25/4).

Menurut dia, guna memenuhi kebutuhan ikan masyarakat Tiongkok, perusahaannya mengimpor ikan dari sejumlah negara. Dia mengatakan dari kapasitas total 150 ribu metrik ton yang dipasarkan Ming Cheng Fishmarket per bulan, nelayan setempat baru mampu memenuhi 50%. Sisanya diimpor dari negara-negara lain. “Impor dari Asia Tenggara mencapai 40%. Dari jumlah itu, 20% adalah dari Indonesia,” jelas Lin.

Dia menambahkan, kebutuhan ikan di Tiongkok sendiri meningkat terus setiap tahun yang mencapai 10%.

“Kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia guna memenuhi kebutuhan ika,” tegasnya.

Sejak didirikan pada 1998, Mandy Group telah memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan cold storage terbesar dalam pusat pertukaran produk penimbangan hasil laut dan pusat pertukaran penyediaan lemari pembeku di Fuzhou, Sanming dan Weifang. Perusahaan ini telah menjadi terdepan dalam jaringan distribusi nasional, yang menyediakan keperluan dan layanan yang terintegrasi untuk pertukaran produk hasil laut. Mandy Group saat ini termasuk dalam daftar 50 perusahaan penyedia lemari pembeku di Tiongkok.

Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 2010. Kapasitasnya mencapai 150.000 ton. tiga lemari pembeku yang berdiri sendiri, yang dilengkapi dengan area pembuatan es, area proses, pusat uji, dan toko. Perusahaan ini juga menyediakan layanan gudang, proses, uji, dan distribusi untuk semua produk hasil laut.

Untuk memperkuat bisnis ikan dan hasil laut, Tiongkok melakukan kerja sama dengan negara-negara ASEAN dengan membentuk China ASEAN Marine Product Exchange (CAMPE).

Perusahaan ini berlokasi di distrik Mawei, Fuzhou, Fujian, tidak jauh dari Mandy Group.

Setiap tahun, provinsi Fujian mengimpor lebih dari 300.000 metrik ton ikan melalui pelabuhan Mawei. Seluruh bagian lokal, seperti bea cukai, kontrol perbatasan, inspeksi, dan karantina, saling terhubung sehingga memuluskan proses kepabeanan.

Perusahaan ini bersandar pada pusat-pusat perdagangan produk laut terbesar di Asia Tenggara. Area pusat perdagangan untuk penerimaan barang menempati area seluas 350 ribu meter persegi, berisikan lebih dari 300 variasi produk laut dari seluruh dunia. Volume perdagangan rutin setiap tahun mencapai 2.000.000 metrik ton dan nilai perdagangan setiap tahun diperkirakan lebih dari 30 miliar yuan. (OL-5)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...