Pedagang Bakso akan Kirim Karangan Bunga ke Istana

DEWAN Pimpinan Nasional (DPN) Paguyuban Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) menyatakan dukungan terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo untuk menstabilkan harga pangan di Indonesia. Simbol dukungan tersebut salah satunya berupa pengiriman karangan bunga ke istana.

Dikatakan Sekretaris Jendral (Sekjen) DPN Papmiso , Bambang Haryanto jika dukungan ini sebagai bentuk moral komunitas ekonomi rakyat yang sangat menantikan keseriusan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan.

“Hari ini , kami segera mengirimkan 6 karangan bunga ke istana (presiden). Sebagai langkah dukungan Papmiso kepada pemerintah untuk menstabilkan harga pangan terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Selama ini kami para pedagang selalu kewalahan saat menghadapi harga yang terus merangkak naik pada setiap tahunnya,” ungkap Bambang dalam jumpa pers di Karawang, Rabu (17/5).

Dirinya sangat berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo mampu merealisasikan stabilisasi harga pangan di daerah. “Selama ini belum ada yang serius memperhatikan harga pangan. Mudah-mudahan pada pemerintah Pak Jokowi ini harga pangan dapat stabil,” katanya.

Dukungan selanjutnya, pihaknya akan membagikan 20 ribu porsi bakso secara gratis di depan istana negara. “Mudah-mudahan istana nanti mengizinkan, sebanyak 150 gerobak dan 20 ribu porsi bakso secara gratis akan kita siapkan untuk mendukung gerakan pemerintah dalam stabilkan harga pangan,” katanya.

Menurut dia, jika harga pangan sangat tinggi maka para pedagang akan sangat merugi. Karena tingkat kenaikan harga pangan pada Ramadan dan Lebaran bisa mencapai 50 persen.

“Di Jawa Barat sendiri menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) mencapai 81 ribu ton daging yang dikonsumsi pertahunnya dan 50 persen digunakan oleh pedagang bakso dan mie ayam.

“Ketika harga daging tinggi maka kami akan sangat kewalahan dan akan mengalami penurunan keuntungan yang sangat drastis . Mudah-mudahan karangan bunga kami ini dapat diterima dengan baik oleh pihak istana,” ucapnya.

Bukan hanya daging, harga pangan yang dapat mempengaruhi para pedagang bakso dan mie ayam diantaranya adalah kenaikan tepung, telur, bawang merah, bawang putih dan cabai.

Menurut data dari Papmiso, jumlah pedagang bakso dan mie ayam mencapai 60 ribu pedagang dengan penyerapan 100 ribu tenaga kerja.

“Sekitar 30 ribu orang sudah bergabung dalam Papmiso. Yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur , DKI Jakarta dan Banten,” katanya.

Selain itu, dirinya berharap juga pemerintah melalui Bulog untuk bekerja sama dengan koperasi Papmiso dalam mendistribusikan daging beku murah. (OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...