Pasarnya Potensial, Produk Halal Indonesia Diproyeksi Bertumbuh

JAKARTA, Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim yang besar, produk halal dari Indonesia diprediksi akan semakin bertumbuh merambah pasar internasional.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indoneska berpotensi untuk mengekspor produk halalnya ke pasar internasional.

“Sektor produk halal menjadi potensi yang yang sangat besar bagi produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia. Peningkatan populasi muslim di Indonesia dan di ASEAN merupakan sebuah peluang yang cukup besar bagi produsen produk halal,” kata I Wayan Dipta melalui pernyataan resmi, Rabu (12/4/2017).

Wayan mengatakan, berdasarkan riset lembaga survei dari Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life memproyeksi total penduduk muslim dunia meningkat dari 1,6 miliar jiwa di tahun 2010 akan meningkat drastis menjadi 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030.

Wayan mengatakan, di sisi lain Kemenkop UKM berupaya meningkatkan perluasan pasar dan ekspor produk halal unggulan UKM Indonesia, salah satunya melalui sarana pameran internasional.

Tahun ini program promosi dan perluasan pasar produk potensial ekspor UKM Indonesia dimulai dari partisipasi di pameran Malaysia Halal International Showcase (MIHAS).

Pameran yang berlangsung pada tanggal 5-8 April 2017 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) itu diikuti 580 exhibitor dari 33 negara ( ASEAN, Palestina, UEA, Filipina, Turki, Australia, Jepang).

Pameran MIHAS 2017 merupakan salah satu pameran terbesar di dunia untuk kategori produk Halal (makanan, minuman, kosmetik, wellness, dan jasa keuangan) yang sudah berlangsung selama 14 tahun.

“Partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran MIHAS telah berlangsung sejak tahun 2012 dan menunjukkan trend peningkatan positif untuk transaksi baik ritel maupun order potensial,” kata Wayan.

Dalam pameran ini Kemenkop memberikan fasilitasi kepada 28 UKM Indonesia dari kategori produk makanan, minuman, herbal, dan wellness yang berasal dari propinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan NTB.

“Mayoritas pengunjung adalah buyers internasional serta sebagian UKM hanya membawa sampel produk,” kata Wayan.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...