Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro
Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro - jitunews.com

Partai Republik: Stop Parlemen Jalanan!

Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) Suharno Prawiro, mengaku sangat terusik dengan eskalasi politik dalam pilkada DKI yang telah menunjukkan parpol selama ini gagal membawa aspirasi rakyat. Sehingga rakyat menjadi bebas mengganggu ketertiban umum di jalanan — bahkan bisa menjadi liar mengekspresikan kehendak politiknya.

Eskalasi sosial dalam pilkada DKI memanas. Seruan demonstrasi pada 4 November 2016 untuk menekan proses hukum terhadap Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kian makin lantang. Diperkirakan ratusan ribu umat Islam tak hanya warga Jakarta tapi juga dari berbagai daerah — kabarnya akan mengepung Istana.

”Kalau sampai rakyat turun ke jalanan, artinya parlemen tidak berfungsi. Parpol seharusnya menjadi wadah perjuangan aspirasi rakyat,” itulah sikap tegas Suharno, yang disampaikan kepada Jitunews.com, di Kantor DPP Partai Republik, Pemuda 289, Jalan Raya Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (1/11).

Suharno lalu sangat berharap munculnya sikap kenegarawanan dari para tokoh kunci parpol — yang harusnya mampu mengarahkan para kadernya di parlemen untuk bisa menjalankan peran sebagai penyalur aspirasi rakyat di parlemen.

Oleh karena itu sikap Partai Republik adalah tegas menolak parlemen jalanan. ”Jika parpol mampu menjalankan tugasnya dengan baik, maka rakyat tidak perlu lagi demonstrasi, menguras tenaga, dana, waktu, dan pikiran untuk menggelar parlemen jalanan. Karena itu stop parlemen jalanan. Pindahkan tuntutan rakyat ke parlemen. Parpol di parlemen harus mampu memperjuangkannya,” itulah sikap Partai Republik yang diuraikan oleh ketua umumnya, terkait kabar rencana demo 4 November mengepung Istana Negara.

Suharno memahami, demonstrasi memang sebuah hak warga negara. Siapa saja boleh menyuarakan aspirasinya. Pemerintah dan aparat kepolisian bahkan wajib melindunginya. Namun, dalam eskalasi yang besar, gerakan parlemen jalanan cenderung tak terkendali dan dapat berdampak buruk. Sehingga anarkisme bisa terjadi.

Suharno selain berharap sikap kenegarawanan para tokoh parpol, juga menghimbau agar rakyat bisa bersikap cerdas.

”Sudah saatnya rakyat makin cerdas. Gunakan saluran politik yang ada. Perjuangkan kepentingan kita di parlemen. ”Namun, jika parlemen mandul,” tukas Suharno, ”Maka rakyat harus berani menerapkan punishment. Jangan pilih lagi mereka (sebagai anggota parlemen, red). Pilih parpol baru saja yang menunjukkan kepedulian dan nyata-nyata memperjuangkan rakyat.”

Sumber : Jitunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...