Bendera Partai Republik
Bendera Partai Republik

Partai Republik ‘Berdinamika’ Soal Ideologi Lambang Partai

Jelang agenda politik lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) yang mulai 2019 nanti berbarengan antara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), Partai Republik rupanya tak ingin ketinggalan. Setelah menjalankan kongres pada, 24 September 2016 lalu dengan dipilihnya Mayjen (Purn) Suharno sebagai ketua umum, Partai Republik langsung menggeliat demi merampungkan konsolidasi internal guna persiapan lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dinamika langsung terjadi di tubuh Partai Republik. Sedikitnya terjadi dua keinginan yang berbeda terkait keinginan pergantian logo dan di sisi lainnya menginginkan tetap menggunakan logo lama.

Sebagai gambaran, logo Partai Republik pada kepengurusan terakhir bergambar bintang putih yang yang dilingkari garis putih dengan warna bendera oranye. Sedangkan beberapa internal lainnya menghendaki logo tersebut diganti dengan lambang burung garuda sedang berdiri tegak sambil mengepakan sayap.

Dinamika tersebut dimaknai Sekretaris Jenderal Partai Republik Heru B. Arifin sebagai suatu hal yang biasa. Partai Republik,lanjut Heru, menampung dua aspirasi tersebut, yang kemudian akan dikaji lebih mendalam dari berbagai sudut pandang.

“Kami membuka ruang untuk berdinamika, termasuk masalah logo, yang nantinya akan diputuskan dalam waktu dekat,” demikian ucapnya kepada Jitunews.com, Selasa (4/10).

Sebagai gambaran, Partai Republik sesungguhnya telah muncul sejak era 80-an. Para pendiri Partai Republik merasakan terpinggirkannya peran umat Islam saat itu. Penyatuan asas tunggal Pancasila memaksa para pendiri memperjuangkan kekuatan Islam di Tanah Air. Setelah peran Islam semakin menguat, masalah lain di era 90-an justru berganti. Kekuatan ekonomi liberal kapitalis mulai mencengkeram kehidupan ekonomi nasional.

Kondisi bangsa juga menuju pada disintegrasi. Perjuangan pun dilanjutkan kembali. Akhir tahun 90-an, yakni tahun 1998, perjuangan melawan kekuatan ekonomi liberal kapitalis sampai pada jatuhnya rezim Soeharto. Pada saat itulah, persis 21 Mei 1998, para pendiri menggagas berdirinya Partai Republik kembali.

Sumber : jitunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...