MIRROR THEORY kaitannya dengan NON LINEAIR thinking

Oleh Marsma TNI (Purn) Juwono Kolbioen

MIRROR THEORY kaitannya dengan NON LINEAIR thinking

The Mirror Theory adalah suatu pendekatan untuk membaca jati diri kita dengan merenungi dan memahami siapa sebenarnya diri kita ini sebenar-benarnya.  Proses perenungan yang sungguh-sungguh tentang jati diri yang dimulai dari siapa kita, seperti apa tingkah kita dan apa tujuan hidup kita sebenarnya,  sudah cukup untuk membuka ruang ke-Tuhan-an di dalam relung hati kita yang terdalam.

Dalam proses pendalamannya maka Mirror Theory akan berkembang menjadikan seseorang memiliki kemampuan transendental, yaitu rohani yang mampu “terbang” ke arah sang pemilik roh yaitu Allah SWT karena pada hakikatnya roh kita amat sangat rindu kepadaNya ( tsumma ilaihi raaji’uun- kemudian kepada Kamilah kalian akan kembali). Pada tahap ini seorang muslim sudah mampu menjalin komunikasi yang efektif lagi strategis didalam menghadapi segala problematika kehidupan.

Paling tidak Mirror Theory akan mengontrol atau mengendalikan secara tepat dan benar segala penampilan. ucapan, gerak, pola sikap perilaku dan pola tingkah seorang muslim sebelum ia mengeluarkan tutur kata atau ucapan atau men-justify suatu fenomena kehidupan baik itu menghadapi yang baik maupun yang buruk.  Ia akan mulai dengan menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain, sebagaimana Hadist  Rosululloh saw:  hasibuu anfuusahum qabla antuhaasabuu – nilailah (hisablah) dirimu sendiri sebelum (melakukan) penilaian terhadap orang lain.’ Suatu pesan yang sangat mendalam nilai dan etika sosialnya social ethics yang pada tahap ini seorang muslim diarahkan untuk selalu tidak mudah dalam menilai seseorang atau sesuatu perkara.   Disinilah dituntut untuk dapat berpikir secara non lineair.

Dalam hal ini kemampuan intelegensi dan investigasi sangat diperlukan oleh seorang muslim dalam proses pembuatan keputusan sebelum ia bereaksi atas suatu fenomena. Apabila didapati bahwa data atau informasi yg diperlukan utk pembuatan keputusan pada saat itu belum lengkap atau belum sempurna, maka ia lebih baik mengambil sikap diam.
Contoh :  Suatu saat seorang da’i tengah berdakwah dan salah seorang jamaah terlihat menyepelekannya dengan mencibirnya, sehingga da’i tersebut terkesan kurang senang atas perlakuan jamaah tersebut. Seusai dakwah, maka da’i tersebut menceritakan pengalamannya kepada temannya dan alangkah terkejutnya ia setelah dijelaskan bahwa jamaah tersebut memang memiliki bibir seperti mencibir
Inilah contoh sederhana yang bisa kita pelajari bersama, bahwa Mirror Theory haruslah didasari atas penggalian informasi yang signifikan sehingga tidak terjadi mis-informasi yang berujung pada buruk sangka su’udzon pada seseorang.

Bisa kita bayangkan bagaimana dahsyatnya akibat yang akan kita terima apabila kita berburuk sangka kepada Allah SWT,   na’udzubillaahi mindzaalik.

Muara Mirror Theory tak lain adalah sikap positive thinking dan khusnu’dzon (baik sangka) kepada manusia dan juga baik sangka kepada Allah SWT, yang akan merangsang inner power seorang muslim, sehingga mata hatinya yang akan berbicara dan bukan lagi mata dzohir semata. Di sinilah suasana hati yang oleh Ahli Tasauf diucapkan : ‘maa raaitu syaian illaa waraaitallaahu ma’ahu- kemana aku memandang, disitu wajah Tuhan kupandang.’
Ia sudah tidak sanggup lagi melihat kekurangan orang lain, bahkan kejelekan masa lalu orang lain yang pernah melintas dipikirannya telah ia buang jauh-jauh. Orang seperti itu akan senantiasa sibuk memikirkan kekurangan dirinya dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki atau merubahnya dalam rangka naik kejenjang kerohanian untuk dapat menghadap Allah SWT. Dia yang Sifat dan Dzat-Nya Maha Halus (Al-Halim) yang hanya bisa diraih oleh hamba Allah yang halus perasaannya, yaitu orang yang senantiasa membersihkan jiwanya. Insya Allah, Aamiin.

H. Juwono Kolbioen, 4 Sha’ban 1438

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap penyelenggara Pemilu yaitu KPU RI dan Bawaslu RI di Dewan ...