Menyelamatkan si Cantik dari Kepunahan

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kebun Raya Bogor (KRB) merangkul berbagai pihak untuk me­ngonservasi anggrek. Rumah dan laboratorium anggrek Kebun Raya Bogor memiliki koleksi anggrek terlengkap di Indonesia, yaitu sekitar 500 spesies dari total 5.000 spesies anggrek kawasan Melanesia.

Status konservasi bunga-bunga cantik itu sebagian besar langka atau terancam kepunahan (kategori IUCN Red Data Book).

KRB sebagai lembaga konservasi flora Indonesia berusaha melepas ancaman kepunahan dengan merangkul banyak pihak, termasukPerhimpunan Anggrek Indonesia (PAI).

Satu hal yang menggembirakan, baru-baru ini spesies anggrek baru, yaitu Paphiopedilum lunatum metusala dan Paphiopedilum bungebelangi metusala, ditemukan di Provinsi Aceh oleh peneliti BKT Kebun Raya Purwodadi, Destario Metusala, belum lama ini. Penemuan itu tidak lepas dari dukungan PAI dalam mendanai ekspedisinya.

Kedua spesies baru anggrek tersebut tumbuh di habitat alaminya, yaitu di hutan belantara di pegunungan Aceh. Penemuan itu telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Edinburgh Journal of Botany pada pertengahan Maret 2017.

“Penemuan anggrek kantong baru ini seakan menjadi sebuah kado istimewa bagi KRB yang tahun ini merayakan HUT ke-200 tahun,” kata Sekjen PAI Eny Santoto, belum lama ini.

Simbol persahabatan
Anggrek sejak lama menjadi simbol persahabatan antarbangsa. Pada 13 April 1965, Presiden Pertama RI Soekarno menghadiahkan anggrek Dendrobium kimilsungia kepada Presiden Kim Il-sung dari Republik Rakyat Demokratik Korea yang kemudian anggrek itu menjadi bunga nasional Korea Utara.

Pada 16 Desember 2002, di Griya Anggrek KRB, Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong mendapat anggrek dari Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri yang diberi nama Phalaenopsis Goh Chok Tong.
Pada 29 Juli 2015, rangkai­an anggrek hibrida cantik Dendrobium Iriana Jokowi dihadiahkan secara khusus oleh Singapore Botanic Garden, ketika kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke sana.

“Luar biasa. Cara menjalin sebuah persahabatan tidak harus dengan sebuah meeting yang formal atau harus ketemu antara diplomat dan diplomat, tetapi cara seperti ini sangat berkesan, memberi nama Iriana Jokowi sebagai sebuah spesies anggrek, ini diplomasi bunga,” kata Jokowi saat itu. (DD/H-1)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...