Menteri Susi: Kedaulatan Wilayah Perikanan tak Bisa Ditawar

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan berbagai pihak tidak mengeluarkan komentar yang sembarangan tetapi benar-benar dapat membantu pemerintah dalam menegakkan kedaulatan wilayah perikanan nasional.

“Wilayah perikanan itu punya kedaulatan yang tidak bisa ditawar-tawar,” kata Menteri Susi di Jakarta, Jumat.

Untuk itu, pihaknya juga telah mengusulkan kepada PBB agar di tingkat global ada pengaturan tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang lebih baik.

Terkait kejahatan penangkapan ikan secara ilegal, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebelumnya mengatakan pemerintah Indonesia tengah bekerja sama dengan negara kawasan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik serta negara-negara pasar seperti Uni Eropa, AS, China, Jepang dan Korea untuk menyusun instrumen kerja sama regional guna memberantas kejahatan di sektor perikanan.

“Karena kami sadar bahwa kejahatan ini tidak hanya terjadi di dalam negeri namun juga terjadi secara global,” ujar Luhut.

Menko Kemaritiman RI juga mengajak negara-negara pulau untuk membentuk forum negara kepulauan dan negara pulau di Konferensi Kelautan Dunia PBB. Menurut dia, sebagai negara kepulauan atau negara pulau, baik yang berpopulasi besar maupun kecil, memiliki tantangan yang sama.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan PBB dapat menetapkan aktivitas pencurian ikan sebagai kejahatan transnasional yang terorganisasi.

“Kita harus mengakui bahwa ‘illegal unreported and unregulated (IUU) fishing’ ini terkait dengan kejahatan transnasional yang terorganisasi. Operasinya sering didukung oleh kelompok terorganisasi,” kata Menteri Susi. (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...