Mensos: Jangan Sampai Suku Anak Dalam Terisolasi

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Suku Anak Dalam (SAD) Jambi jangan sampai terisolasi dari masyarakat umum karena mereka juga butuh hidup layak.

“Jangan sampai SAD terisolasi dari kehidupan masyarakat biasa, kebutuhan tempat hidup layak huni juga penting untuk kehidupan mereka,” katanya di Jambi, Selasa (16/5). Saat meletakkan batu pertama pembangunan Balai Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sungai Surian Desa Pulau Lintang, Kabupaten Sarolangun Jambi, Khofifah mengatakan Balai Sosial penting dilaksanakan sebagai bagian dari perhatian dan keseriusan pemerintah pusat dalam mengakomodasi kebutuhan SAD.

Pembangunan tersebut katanya berdasarkan hasil kunjungan kerjanya ke Sarolangun sebelumnya. Khofifah mengatakan atas hal itu pihaknya berkoordinasi dengan Dirjen Pemberdayaan Sosial yang membidangi Pemberdayaan KAT dan SAD.

“Pada saat itu saya melihat rumah mereka itu masih gubuk-gubuk yang sudah sangat rapuh dan saya tanya sekarang, senang gak sudah punya rumah, senang bu jawabnya sekarang kami tidak kehujanan,” ungkap Menteri Khofifah.

Selain peletakan batu pertama pembangunan Balai Sosial SAD senilai Rp50 juta, Mensos juga menyerahkan bantuan pengerasan jalan sepanjang 1 kilometer dengan nilai Rp200 juta. Dan penyerahan solarcell (penerangan tenaga surya), genset, TV untuk warga sebanyak 123 KK serta meninjau
pembangunan permukiman.

Mensos mengatakan pemberian bantuan tersebut berawal saat berbincang dengan warga SAD, tentang bagaimana saat ini mereka sudah memiliki rumah tinggal dan saat itu mereka juga bercerita menginginkan penerangan listrik di lingkungannya.

“Maka saya berkomunikasi dengan teman saya yang kebetulan punya program solarcell, jadi ini adalah CSR dari yayasannya khusus SAD dan KAT,” tuturnya. Dia menjelaskan solarcell itu tahan delapan sampai sepuluh tahun. Dan seandainya dilanjutkan dengan PLN maka kemungkinan daya beli mereka juga sudah
meningkat.

Selanjutnya yang dibutuhkan adalah infrastruktur jalan dan kehadiran posyandu, hal tersebut supaya layanan kesehatan bisa terjangkau serta tidak harus keluar dari komunitas dan lingkungannya. Mensos menilai balita di permukiman SAD itu membutuhkan layanan tidak hanya imunisasinya, tapi juga timbang badannya, cek gizinya termasuk pemberian makanan tambahan.

“Seperti itulah upaya pemberdayaan terhadap komunitas adat terpencil itu, di mana akan berseiring dengan akses pendidikan, kesehatan dan termasuk akses ekonomi,” pungkasnya.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...