Menkominfo Akui RS Dharmais Terserang Ransomware Wanna Cry

MENTERI Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengakui serangan Ransomware ‘Wanna Cry’ sudah mulai merebak di Indonesia. Salah satu institusi yang terkena serangan siber ini adalah Rumah Sakit Dharmais.

“Kita sejauh ini baru dapat laporan RS Dharmais positif terkena. Selebihnya belum ada laporan,” kata Menteri Rudiantara di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Minggu (14/5).

Sejauh ini, serangan malware hanya merusak sistem jaringan akses di suatu jaringan. Sementara, untuk menangani hal ini, lanjut Rudi, RS Dharmais sudah memiliki back up data.

“Dampaknya ya semua pengerjaan rumah sakit menggunakan sistem manual,” jelas dia.

Sementara itu, Rudiantara belum tahu ada atau tidaknya dampak finansial dari serangan siber ini di Indonesia.

“Berapa Rupiahnya gara-gara malware ini kita belum tahu. Yang pasti malware ini hanya mem-block apabila kita mengakses data yang kita miliki,” jelas dia.

Ia menambahkan, pada dasarnya malware ini menyasar institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan. Namun belakangan, penyebaran malware merebak ke sejumlah perusahaan swasta.

“Kemarin di UK perusahaan mobil Nissan yang kena. Jadi ini kita belum tau spesifiknya, dan ini masih kita kembangkan semua,” jelas dia.

Malware ini sudah berkembang sejak hari Kamis, (11/5) di negara-negara Eropa. Kebanyakan, malware ini menyerang perangkat yang menggunakan sistem operasi di bawah Windows 8. (OL-6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...