Menkeu Dorong Perempuan Menduduki Posisi Strategis

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong para perempuan untuk menempati atau menduduki posisi strategis diberbagai sektor. Peran perempuan dinilai begitu penting dalam pembangunan bangsa termasuk mendorong aktivitas perekonomian Tanah Air.

“Dari perspektif pengelolaan karir, kami sangat mendorong wanita untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai proses seleksi,” ucap Ani, sapaan akrabnya, dalam dialog bersama pejabat wanita Eselon II dan Eselon III, di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/4).

Ani menuturkan, presentasi pegawai perempuan di lingkungan Kemenkeu masih 14%n. Dari total 51.410 pegawai, di antaranya 18.910 berjenis kelamin perempuan. Ani mendorong para pegawai perempuan untuk mengikuti berbagai proses seleksi jabatan.

“Bagaimana mendorong ibu-ibu lebih berani mengikuti proses seleksi jabatan eselon II. Karena pada umumnya kalau eselon II harus bersedia ditempatkan diberbagai daerah. Eselon III masih relatif banyak ruang yang bisa diisi,” tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menggunakan kutipan pernyataan RA Kartini agar para pegawainya terdorong mengisi posisi-posisi strategis di Kemenkeu.

“Barang siapa tidak berani dia tidak akan menang. Itu semboyanku. Maju. Semua harus dimulai berani. Pemberani memenangkan 3/4 dunia,” kata Ani.

Sebelumnya, Ani menyebut, peran perempuan di sektor formal mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Namun keterlibatan perempuan di sektor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

“Dan bahkan kalau kita berikan kesempatan yang sama di sektor formal, hal ini bisa memberikan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,” kata Ani.

Ani memberikan contoh, Jepang dalam 25 tahun terakhir tidak mengalami pertumbuhan ekonomi. Bila pemerintah Jepang mengizinkan perempuan bekerja maka ekonomi Jepang bisa tumbuh sebanyak dua persen.

“Studi kasus menunjukkan itu angka yang besar. Kalau Anda tahu, debt to GDP ratio Jepang mencapai 200%. Hal ini beda dengan Indonesia misalnya yang debt to GDP ratio hanya 27%,” pungkasnya. (OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...