Menggugah Literasi dari Kampung Kecil

KATA ‘pemuda’ berulang kali disebut Wali Kota Padang, Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, kemarin. “Terima kasih kepada para pemuda di wilayah ini yang telah menggagas berdirinya kampung literasi,” ungkapnya.

Berkat pemuda, keinginan masyarakat Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, untuk menjadi kampung literasi akhirnya terwujud. Gagasan itu bak gayung bersambut, dari pemuda, mendapat dukungan masyarakat, dan akhirnya diayomi pemerintah daerah.

Kemarin, wali kota meresmikan Kampung Batu, Batang Arau, sebagai kampung literasi. “Sejak dulu Sumatra Barat dikenal sebagai daerah literatur. Budaya baca dan menulis sangat kuat. Daerah ini pun melahirkan tokoh besar seperti Buya HAMKA, M Natsir, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Tan Malaka, juga Rahmah Elyunusiyah,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan budaya membaca dan menulis tumbuh kuat di Minangkabau sejak dulu. Sangat wajar saat ini semangat tersebut tumbuh kembali setelah tidak ada lagi yang bisa disebut sebagai kawasan literasi.

Keinginan pemuda di Kampung Batu disambut Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumatra Barat Alwis dan Kota Padang Zabendri. Mereka memberi bantuan mobil perpustakaan. “Kami langsung merespons keinginan masyarakat ini dengan membantu buku-buku bacaan dan mobil perpustakaan,” kata Alwis.

Camat Padang Selatan Fuji Astomi mengatakan langkah untuk mewujudkan kawasan literasi itu dipersiapkan dengan merangkul semua elemen.

Selain dari pemerintah daerah, pembentukan kawasan literasi ini juga diukung Yayasan Gemar Membaca Indonesia. Mereka membantu sistem dan pengelolaan kampung literasi.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kepala Biro Hukum dan Kebijakan, Perpustakaan Nasional, Joko Santoso menyatakan kondisi minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya ialah budaya masyarakat Indonesia yang didominasi budaya lisan (verbal).

“Sebuah universitas di Amerika melakukan pemeringkatan literasi, dan menyatakan Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara yang disurvei. Sebaliknya Asosiasi Pengguna Jasa Interntet Indonesia mendapati pengguna internet sudah mencapai 132 juta jiwa pada 2016,” jelasnya.

Penggunaan internet di Indonesia, lanjutnya, juga kurang produktif. Sekitar 64%-nya menggunakan untuk berinteraksi di media sosial, sisanya untuk main gim, cari informasi, dan komersial atau kegiatan transaksi.
Asisten Bidang Pemerintahan Kalteng Yuel Tanggara mengakui masalah yang di-hadapi Kalteng dalam menumbuhkan minat baca antara lain masih terbatasnya jumlah dan jenis perpustakaan. (YH/SS/N-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...