Mengenalkan Produk Pangan Indonesia di Moscow Food City

SELAMA ini ada anggapan pasar Rusia tidak terlalu berkembang mengingat negara bekas komunis itu selalu digambarkan menakutkan. Padahal faktanya negara ini terbilang sudah modern dan terbuka dengan daya beli masyarakat yang cukup tinggi.

Peluang masuk ke pasar Rusia itu pun sebetulnya terbuka lebar. Sebagai contoh, kelompok pengusaha Rusia yang tergabung dalam Eurasian Business Union (EBU) telah membuka kawasan bisnis pangan seluas 91 hektare di pinggir kota Moscow.

Kawasan yang dikenal dengan Moscow Food City itu diklaim menjadi pasar modern terbesar di Eropa timur, lantaran mampu menampung 800 ribu ton bahan pangan segar dari 52 negara bagian Rusia dan 26 negara lain. Secara geopolitik, Moscow Food City dibangun untuk merelaksasi dari tekanan embargo dari negara-negara Barat.

“Kami siap menerima produk makanan dari banyak negara, termasuk Indonesia. Di Food City ini ada cold storage berkapasitas besar untuk menyimpan berbagai produk segar seperti hasil laut, sayur dan buah,” ujar Direktur Eksekutif Eurasian Business Union (EBU) Shubin Sergey.

Keberadaan Moscow Food City tersebut dilihat sebagai salah satu cara jitu memperkenalkan produk pangan Indonesia. Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel saat berkunjung ke Rusia, Agustus tahun lalu, melihat fasilitas ini bisa dijadikan momentum peningkatan ekspor Indonesia ke Rusia.

“Saya tadinya juga belum tahu. Setelah melihat sendiri, kawasan Food City ini harus dimanfaatkan. Saya mau tunjukkan bahwa pasar Rusia itu sangat menjanjikan,” ujar Rachmat yang juga hadir dalam peresmian paviliun Indonesia di Moscow Food City, pekan lalu.

Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 180 meter persegi ini dikelola PT Global Mice Indonesia (GMI). Paviliun yang merupakan gerai permanen ini menampilkan produk-produk asli Indonesia yang siap mengisi pasar Rusia, seperti mie instan, minyak goreng, saos sambal, kecap, bumbu dapur dan lain-lain.

“Kita mengajak UKM yang mau memasarkan produk pangan ke Rusia silakan mengisi paviliun Indonesia,” kata Presdir PT GMI Helga Kumontoy.

Peluang sudah dibuka lebar-lebar oleh Rusia. Bagi orang Indonesia, peluang masuk ke Rusia semakin lebar karena rencananya maskapai Garuda Indonesia akan membuka jalur penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali ke Moscow tiga kali seminggu. (X-12)
Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap penyelenggara Pemilu yaitu KPU RI dan Bawaslu RI di Dewan ...