Membangun Desa Tanpa Dana Desa (Sedikit Fakta di Kabupaten Bogor, Desa Rawa Panjang)

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis di kompasiana perihal “Adakah Perubahan di Desa Anda?”. Artikel tersebut menyoroti mudahnya proses pencairan dana desa beserta indikator / perubahannya, baik dari infrastruktur desa dan sektor lainnya setelah cairnya alokasi dana desa (ADD).

Sejatinya dana desa sejak tahun 2015 sudah terealisasikan, akan tetapi khusus Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojong Gede dana desa tersebut tidak digunakan untuk peningkatan infrastruktur jalan yang memang selalu tergenang / banjir saat hujan. Ini terjadi di desa Rawa Panjang/Kel. Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor!

Awalnya saya biasa saja, ketika ada spanduk di atas jalan yang tertulis “Permohonan Bantuan Cor Block Peningkatan Jalan dan Gorong Gorong Kelurahan Pabuaran dan Desa Rawa Panjang”, Petugas yang berjaga memungut pada kendaraan yang melintas, bahkan ada tarifnya, setelah dua tiga kali melintas, saya pun memberikan uang 2000 karena saya menggunakan sepeda motor. Jalan tersebut selalu saya gunakan saat berangkat kerja, maupun lalu lalang antar anak saya sekolah. Lama kelamaan setelah melintas berkali kali saya baru inget, kemana dana desa ? mengapa tidak digunakan untuk peninggian jalan tersebut?

Informasi yang saya dapatkan dari web resmi http://kecamatanbojonggede.bogorkab.go.id/index.php/multisite/detail_desa/127 tak ada sama sekali menyinggung tentang dana desa, padahal untuk tranparansi pengelolaan dana desa yang sudah diterima alangkah baiknya informasi penggunaan dana desa tersebut dapat di akses siapapun terutama warga desa rawa panjang.

Selain itu bila mengacu pada PMK 249 Bab IV pasal 21 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa, disebutkan alokasi dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang pelaksanaanya diutamakan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa setempat.

Tak ada maksud untuk mencari celah kesalahan / fraud penggunaan dana desa di desa saya sendiri, akan tetapi saya yakin banyak warga yang masih awam dan tidak tahu bahwa setiap desa itu sudah mendapatkan dana desa. Bahkan sudah cair setiap tahunnya. Dana tersebut harusnya digunakan untuk pembangunan desa! Salah satunya perbaikan infrastruktur jalan desa tersebut!

Tahun 2017 Kabupaten Bogor menerima Rp. 720.442.000,- (tujuh ratus dua puluh juta empat ratus empat puluh dua ribu rupiah) per desanya, lumayan banyak kan ? Apabila hanya peninggian jalan saja aparatur desa masih memungut dari warga yang melintas, bukan menyerap tenaga kerja dalam pembangunannya, maka digunakan untuk apa dana desa itu nanti ?

Sumber Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...