Membangun Akses Air demi Asas Keadilan

WAKIL Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla menyatakan pembangunan infrastruktur terus digenjot oleh pemerintah demi memberikan asas keadilan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dirinya saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/7).

Dirinya menilai air merupakan salah satu kebutuhan yang utama selain pangan sebab masarakat tidak bisa hidup tanpa adanya air, khususnya akses bagi air bersih. Oleh sebab itu menjadi penting bagi masyarakat untuk dapat air bersih dengan harga yang terjangkau.

Berdasarkan hitung-hitungan, bila tidak ada akses air bersih ke rumah masyarakat, mereka membeli secara kalengan bisa Rp40 ribu per kaleng. Hal tersebut berbanding terbalik dengan air dari PDAM yang harganya hanya Rp4.000 – Rp5.000 per kubik.

“Jadi tanpa upaya keras untuk memberikan akses air bersih kepada masyarakat, justru akan menimbulkan ketidakadilan. Orang kota yang mampu tetapi punya jaringan air bersih membayar Rp6.000 tetapi orang yang dipinggir kota yang tidak memiliki jaringan air bersih membayar hingga Rp40 ribu,” ungkap Jusuf Kalla.

Hal tersebut yang menurut Wapres menjadi alasan utama mengapa negara harus memberikan subsidi berapapun yang dibutuhkan untuk membangun akses air bagi masyarakat yang tidak mampu agar dapat menikmati harga yang lebih murah. Jika tidak seperti itu menurut dirinya hal ini akan menjadi sumber ketidakadilan.

“Maka akses air minum di seluruh Indonesia harus dilaksanakan untuk mengurangi ketidakadilan. Pertama ketidakadilan ekonomi dimana masyarakat miskin membayar lebih mahal, dan kedua masalah kesehatan. Tanpa air bersih akan menimbulkan banyak masalah kesehatan dan penyakit sehingga menimbulkan maslah jangka panjang untuk bangsa kedepannya,” jelas Jusuf Kalla.

Wapres menilai meski dari segi pendanaan proyek SPAM Umbulan tidak sebesar biaya infrastruktur jalan tol maupun LRT, SPAM Umbulan telah menyesuaikan semua kepentingan dari dari berbagai pihak, baik itu masyarakat, pemerintah maupun investor.

Umbulan menjadi contoh suatu proyek yang terlihat rumit namun bisa diselesaikan dengan memperhatikan kepentingan dari semua pihak.

“Pertama dari kepentingan masyarakat itu sendiri, bagaimana air bisa sampai di masyarakat dengan harga terjangkau. Kedua bagaimana invetsasi itu juga bisa visible. Tentunya bagaimana melibatkan masyarakat sekitar bahwa disamping menjadi air minum untuk daerah lain namun tetap menjadi sumber air untuk pertanian disekitar,” jelas Jusuf Kala.

Selain itu secara teknis SPAM Umbulan tidak menggunakan teknologi yang terlalu canggih karena sumber air yang melimpah namun lebih kepada membangun transmisi yang panjangnya kurang lebih hingga 100 Km ke berbagai daerah. Setidaknya 1,3 juta rumah tangga atau setara 10 juta orang bisa menikmati akses tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan proyek dengan nilai Rp4,51 triliun untuk instalasi pengolahan air, transmisi, offtake, reservoir, dan jaringan distribusi di 5 (lima) Kabupaten/Kota merupakan suatu contoh bahwa pembangunan infrastruktur tidak harus mengandalkan APBN.

“Proyek ini diinisiasi lebih kurang 40 tahun lalu dan berhasil direalisasikan atas koordinasi dan kerja keras berbagai pihak terkait, baik sisi pemerintah maupun swasta. Terbatasnya APBN tidak menghalangi pemerintah untuk mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah akan terus mendukung secara penuh keterlibatan badan usaha swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha),” ujar Darmin.

Proyek SPAM Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik dengan air baku berasal dari Mata Air Umbulan berlokasi di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km. Air minum tersebut akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kemudian disalurkan ke 5 (lima) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten dan kota.

Tekankan kesinambungan
Dalam kesempatan itu Wapres juga menekankan agar proyek SPAM Umbulan bisa berkelanjutan dalam jangka panjang. Khususnya daam menjaga sumber air dasarnya yakni hutan serapan air baik di wilayah gunung Bromo maupun di sekitar SPAM. Hal itu yang akan menjadi kunci sustainibilitas bagi proyek dan masyarakat.

“Tanpa kita memelihara sumbernya tentu sumber air ini bisa berkurang kalau tidak di rawat sumbernya. Pemda harus menjaga hutan dan lingkungannya dan menjaga agar masyarakat dengan bebas tidak tinggal atau bercocok tanam yang tidak sesuai dengan sumber air di daerah ini itu justru tugas yang paling penting untuk membina dalam jangka panjang,” terang Wapres. (Tes/OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...