Media Bangun Negara Kuat

SAAT menghadiri peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2017, Presiden Joko Widodo mengatakan pers berperan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1997, pertumbuhan ekonomi -15% di satu tahun. Masyarakat kemudian bingung dan masa depan tak terlihat,” kata Presiden di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, semalam.

Keadaan tersebut, lanjut Jokowi, membuat Indonesia belajar, ternyata keterbukaan informasi sangat penting. “Kita belajar untuk menjadikan Indonesia berdemokrasi, market oriented economy, temasuk kebebasan politik,” ujar Jokowi.

Dalam mencapai tujuan itu, tambahnya, media terbukti memiliki peran.

“Sejak reformasi, pers yang bebas dan bergairah memain­kan peran yang kritis, meme­rangi korupsi, dan tetap menghibur kita semua,” ucap Presiden disambut tawa hadirin.

Jokowi menyebut Indonesia sebagai negara dengan pers terbebas di dunia. Ia menegaskan kebebasan pers melahirkan Indonesia yang semakin kuat dan dinamis.

Saat ini, ada dua tantangan yang dihadapi media, yaitu hate speech (ujaran kebencian) dan hoax. Menurutnya, media arus utama ataupun media daring berperan dan harus meluruskan kalau ada berita-berita tak benar.

Dalam acara itu, Presiden juga menyaksikan penyerahan Guillermo Cano World Press Freedom Prize kepada wartawan berkebangsaan Swedia, Dawit Isaak.

Dia dianugerahi penghargaan tersebut atas perjuangan dan komitmennya dalam membela kebebasan pers.

Perwakilan keluarga yang menerima penghargaan itu ialah putri Dawit, Betlehem Isaak. (Pol/Ant/X-7)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...