Masyarakat Diajak Berlari secara Baik dan Benar

OLAHRAGA lari kini makin digandrungi sebagaian besar masyarakat Indonesia. Selain murah, olahraga lari juga memiliki nilai sosial dengan banyaknya komunitas pelari (runners). Namun, belum semua masyarakat menjalankan aktivitas lari secara baik dan benar.

“Artinya, mereka hanya sekedar lari, entah ikut teman, atau hanya sekadar senang-senang dan itu tidak akan membawa dampak apa-apa bagi kita,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Michael Triangto, pada seminar bertajuk From Doctor to Runners: Run to be healthy, di Hotel Shangri La, Jakarta kemarin.

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan sebelum berlari ialah terlebih dahulu menempatkan tujuan dari berlari itu untuk apa. “Dengan mengetahui tujuan kita berlari, segala persiapan, pelaksanaan, dan proses evaluasinya bisa terpantau dengan baik,” tambahnya.

Michael mengatakan, tujuan masyarakat mengikuti aktivitas berlari beragam. Ada yang untuk prestasi atau sebagai atlet, ada yang untuk menjaga kesehatan atau ada juga yang sekadar ikut-ikutan.

“Jadi tentukan dulu, saya mau lari untuk apa? Jika kepentingan­nya untuk kesehatan, sebelum berlari kita perlu mengenali kondisi kesehatan kita. Apakah dengan berlari masalah kesehatan yang dialami bisa teratasi atau tidak, termasuk persiapan yang kita lakukan agar menjawab tujuan kita berlari sehingga lari yang kita lakukan itu akan efektif,” sambungnya.

Lebih lanjut, Michael menjelaskan, takaran atau porsi waktu sangat tergantung dari tujuan tadi. Waktu bagi seorang atlet lari dengan yang biasa tentu berbeda. Seorang atlet harus berlatih selama 6 jam per hari, sedangkan masyarakat awam hanya 1,5 jam.

“Banyak kasus karena kita tidak menempatkan tujuan berlari secara tepat, timbul masalah. Kita jadinya asal berlari dan itu juga besar risikonya,” tukas Michael.

Bagi pelari pemula, lanjutnya, bisa dimulai dengan lari santai. Pada kesempatan yang sama, ketua panitia penyelenggara seminar dr Nicholas Budi Pramana mengatakan tujuan diadakannya seminar untuk memberi pengetahuan yang cukup kepada masyarakat tentang olahraga berlari ini.

“Karena sudah sangat famili­ar di masyarakat, tentu kita perlu mengedukasi mereka agar melakukannya secara tepat,” pungkas spesialis bedah ortopedi itu. (Ths/X-7)

 Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...